Kontingen Barito Utara Raih Juara I Lomba Manyipet Putri di FBIM 2025

Kontingen FBIM Barito Utara dari cabang lomba Manyipet Putri meraih prestasi terbaik 1 dalam lomba Manyipet Putri.(Media Dayak:ist)

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Kontingen Kabupaten Barito Utara dalam ajang Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2025. Pada lomba olahraga tradisional manyipet kategori putri yang digelar di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Rabu (21/5/2025), Barito Utara berhasil meraih predikat Terbaik I mengungguli 11 kabupaten/kota lainnya.

Lomba manyipet, yang merupakan salah satu upaya pelestarian budaya tradisional suku Dayak dalam bentuk perburuan dan pertahanan diri, diikuti oleh kontingen dari 12 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah. Dalam kategori putri, Kabupaten Katingan menempati posisi kedua, disusul Barito Selatan di peringkat ketiga.

Lomba ini menggunakan sistem penilaian poin berdasarkan akurasi tembakan pada sasaran lingkaran bernilai 1 hingga 10. Jarak menyumpit untuk peserta putri adalah 20 meter, dengan lima rambahan dan masing-masing lima anak sumpit.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Barito Utara, Hj. Annisa Cahyawati, pada Jumat (23/5/2025), menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian gemilang ini.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Utara, khususnya kepada Penjabat Bupati yang telah memberikan dukungan penuh kepada para atlet.

“Kesuksesan ini sangat membantu pemerintah, khususnya Disbudparpora selaku OPD leading sektor pembangunan olahraga, dalam upaya melestarikan olahraga tradisional daerah dari generasi ke generasi di Barito Utara dan Kalimantan Tengah,” ujar Annisa Cahyawati.

Ia juga menyampaikan harapan agar prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya lokal, khususnya olahraga tradisional yang menjadi warisan leluhur Dayak.

Ajang FBIM tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga media penting untuk memperkenalkan dan menjaga identitas budaya Kalimantan Tengah di tengah arus modernisasi.(lna/Aw)

image_print

Pos terkait