Wawancara dengan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, Sabtu (2/5/2026)(MMC Kalteng)
Palangka Raya, Media Dayak
Komitmen Gubernur Kalteng dalam memajukan sektor pendidikan mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq.
Ia menilai, kebijakan yang dijalankan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan usai menghadiri puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di halaman Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas. Ia mengapresiasi langkah Pemprov Kalteng, khususnya dalam pemberian beasiswa bagi pelajar SMA/SMK/SKH sebagai upaya memperluas akses pendidikan.
“Komitmen Gubernur Kalteng dalam mendukung pendidikan patut diapresiasi dan bisa menjadi contoh bagi provinsi lain,” ujarnya.
Selain menghadiri Hardiknas, Wamen juga melakukan kunjungan ke sejumlah daerah di Kalteng, termasuk meninjau program revitalisasi sekolah yang telah dilaksanakan pada 2025.
Secara nasional, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk memperbaiki lebih dari 16 ribu sekolah rusak berat serta pembangunan ruang kelas baru.
Di Kalteng, sebanyak 73 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SKH telah mendapatkan bantuan revitalisasi. Untuk tahun 2026, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp14 triliun guna merehabilitasi lebih dari 11 ribu sekolah di seluruh Indonesia.
Program tersebut diprioritaskan bagi sekolah rusak berat, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah terdampak bencana.
Ia menegaskan, semakin besar komitmen pemerintah daerah, maka dukungan dari pemerintah pusat juga akan semakin kuat.
Lebih lanjut, ia menyoroti capaian Kalteng berdasarkan data Badan Pusat Statistik, di mana angka kemiskinan ekstrem turun dari 0,39 persen pada 2024 menjadi 0,25 persen pada 2025, lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 0,88 persen.
“Hal ini menunjukkan adanya korelasi antara kemajuan pendidikan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalteng juga menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, mencerminkan keberhasilan pembangunan di sektor pendidikan dan kesejahteraan.
Wamen turut mengapresiasi berbagai inovasi daerah, termasuk penggunaan papan interaktif digital di sekolah yang mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
Di sisi lain, pemerintah pusat juga meluncurkan kebijakan baru berupa Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anak usia PAUD pada 2026. Program ini menyasar sekitar 888 ribu anak dengan bantuan Rp450 ribu per tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini.
“Kebijakan ini menjadi langkah awal menuju wajib belajar satu tahun prasekolah,” pungkasnya.(MMC/Ytm/Lsn)












