Komisi III DPRD Barito Timur Soroti Masalah Kerusakan Jalan dan Lelang Proyek

Ketua Komisi III DPRD Barito Timur, Asmadi Ranji

 Tamiang Layang, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi III DPRD Barito Timur (Bartim), Asmadi Ranji, menyoroti masalah kerusakan jalan yang banyak dikeluhkan masyarakat melalui media sosial, dia juga mengkritik lambatnya pelelangan proyek yang menyebabkan minimnya serapan anggaran.

“Dana tanggap darurat untuk perbaikan jalan secara rutin kan ada. Itu sebenarnya kalau ada hal-hal tertentu seperti kerusakan jalan yang vital itu bisa digunakan,” tegasnya di Gedung DPRD, Tamiang Layang, Senin (09/05).

“Lalu soal pelelangan sampai hari ini belum ada satupun pekerjaan jalan yang dilelang karena saya lihat perencanaan belum selesai,”lanjut Ketua Komisi yang membidangi pembangunan ini.

Dampaknya, hingga memasuki pertengahan triwulan kedua penyerapan anggaran di Barito Timur masih sangat rendah.

“Ini merupakan salah satu tugas Dinas PUPR Perkim yang harus diawasi oleh DPRD maupun kepala daerah,”kata Asmadi.

Dia menilai, hingga saat ini kepala daerah kurang tanggap terhadap perencanaan. Menurutnya, proyek besar harusnya sudah dilelang sejak awal tahun.

Asmadi juga menegaskan, perubahan atau kenaikan PPN menjadi 11 persen tidak dapat dijadikan alasan untuk penundaan lelang hingga memasuki bulan Mei.

“Ini karena terkait perubahan RAB (Rencana Anggaran Biaya) semua sudah dilakukan dengan sistem komputerisasi. Kalau perubahan itu saya kira tidak sulit karena tinggal ditambahkan angkanya menyangkut pajak dan jumlah pajak dari hasil bangunan, jadi saya rasa itu tidak ada masalah,”kata Asmadi.

Menurutnya, kejadian lelang terlambat ini sudah menjadi tradisi tahunan karena rata-rata dilakukan bulan Juli, Agustus dan September.

“Jadinya pekerjaan mulai dilakukan memasuki musim hujan sehingga mutu jalan kurang baik,”jelasnya.

Selain pengerjaan pada waktu yang tidak tepat, Asmadi mengungkapkan bahwa kerusakan jalan juga disebabkan kurangnya pengawasan saat pengerjaan jalan tersebut dari dinas teknis.

“Coba kita lihat jalan kabupaten maupun provinsi kenapa seperti itu ? Habis dikerjakan dua atau tiga bulan sudah rusak, karena mungkin dari campuran aspal dan material lainnya kualitasnya kurang akibat tidak diawasi dengan ketat,”paparnya.

Saat ini jalan yang rusak paling parah, ungkap Asmadi yaitu jalan penghubung Tamiang Layang – Sarapat – Murutuwu, kemudian jalan menuju Desa Sibung serta jalan penghubung Desa Jihi – Tuyau dan jalan menuju Wakatitir di Kelurahan Ampah Kota.

“Itu semua kan rusak. Jadi memang kurangnya pengawasan terhadap mutu pengerjaan jalan. Dan BPK sendiri juga saya lihat selama ini dalam pemeriksaan kurang cermat, walaupun itu diperiksa tetapi tetap saja pengawasannya seperti itu,”kata Politisi Partai Golkar ini.

“Jadi kami berharap kepada saudara kepala daerah benar-benar memperhatikan pelaksanaan perencanaan supaya bisa dipercepat karena kalau tender dilakukan pada penghujung tahun maka jalan akan mudah hancur karena sudah memasuki musim penghujan,”tandasnya. (TL/RHF)

image_print

Pos terkait

Berita Olahraga Pilihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.