Fajar Hariadi
Palangka Raya, Media Dayak
Kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendukung Pemerintah Provinsi (Pemrov) untuk menuntut Dana Bagi Hasil (DBH) dari pihak Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang beroperasi di seluruh wilayah Bumi Tambun Bungai.
Pasalnya, data perkebunan kelapa sawit di Kalteng diperkirakan hampir mencapai 2 juta hektar dan potensi perkebunan kelapa sawit dengan hasil hulu dan hilirnya menjadi salah satu primadona untuk pengembangan ekonomi di daerah.
Menurut anggota Komisi II DPRD Kalteng yang membidangi Perekonomian dan Sumber Dyaa Alam (SDA) Fajar Hariadi, pihak Pemprov Kalteng sebenarnya bisa mendapatkan dana DBH terbesar ke-3 melalui hasil minyak sawit mentah (CPO). Namun selama ini, Kalteng hanya mendapatkan dampak dari adanya Perkebunan, tanpa adanya DBH.
“Tentunya kami selaku wakil rakyat, mengapresiasi dan mendukung langkah pemrov kalteng terkait dengan pemperjuangan DBH perkebunan kelapa sawit. Dimana hal tersebut pernah dibahas didalam pertemuan Provinsi Penghasil Kelapa sawit se Indonesia pada 11 Januari di Riau pekan lalu dan merupakan satu kewajaran, dimana Kalteng sebagai penghasil CPO ke- 3 terbesar di indonesia. saat ini perkebunan kelapa sawit di Kalimantan dan Sumatra terus berkembang pesat, terutama di Kalteng,”Ucap Fajar Hariadi, saat dibincangi Mediadayak.co.id, di Gedung Dewan, jalan S.Parman, Kamis (16/1).
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan ini juga mengungkapkan, bahwa hal Ini merupakan suatu kewajaran, karena semua pajak perkebunan dan pungutan ekspor CPO selama ini di kelola pusat.
“Padahal kita di daerah yang menanggung dampak sosial dari sekian banyaknya perkebunan kelapa sawit dan itu tidak adil buat daerah. Di sisi lain, pemerintah daerah terus mendapatkan tekanan dan permasalahan dari aspek lingkungan, sosial dan ekonomi yang memerlukan biaya dalam penanggulanganya bahkan sejauh ini belum ada DBH untuk perkebunan kelapa sawit, sehingga untuk mewujudkan itu, kami mendunkung Pemerintah daerah dalam meperjuangkan DBH dari sawit tersebut,” Pungkasnya.(Nvd)













