Ketua PWI Gumas Laporkan Oknum Wartawan ke Polisi

Ketua PWI Gumas Popy Oktovery melaporkan oknum wartawan bernama Kristian di Kantor SPKT Polres Gumas, Selasa (17/5). (Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Popy Oktovery melaporkan seorang oknum wartawan bernama Kristian ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor (Polres) Gumas.

Kristian diduga melakukan tindak pidana pencemaran nama baik di akun media sosial (medsos) facebook miliknya yakni Krisboy.

“Dalam postingannya, dia menyebut ketua dan organisasi PWI Kabupaten Gunung Mas terlibat serta membacking aktivitas salah satu Perusahaan Besar Swasta (PBS) batu bara yang berioperasi di wilayah ini,” kata Popy, Selasa (17/5) sore. 

“Saya tegaskan bahwa PWI Kabupaten Gunung Mas tidak pernah terlibat maupun membacking aktivitas PBS batu bara. Apa yang diposting di akun facebook oknum wartawan tersebut tidak benar,” seru Popy menambahkan. 

Popy menyatakan postingan tersebut adalah fitnah dan mencemarkan nama baik organisasi PWI. Atas hal tersebut, dia keberatan dan melaporkan yang bersangkutan ke Polres Gumas. 

“Saya sudah laporkan ke polres. Kami (PWI) harapkan kepolisian dapat menindaklanjuti dan diproses hukum. PWI Kabupaten Gunung Mas tidak segan-segan memproses siapa pun yang mencoba mencemarkan nama baik organisasi. Kami akan respon dengan tegas, sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tuturnya.

Dia pun minta siapapun oknum wartawan yang bukan anggota PWI, agar tidak mencatut nama organisasi PWI dalam menjalankan tugas. Harus sesuai dengan Kode Etik Jurnalis (KEJ) dan UU Pers.

“Postingan seperti itu telah mencemarkan nama baik profesi wartawan. Dalam menjalankan tugas, jangan bawa organisasi, apalagi mencatut nama PWI,” ujar Popy.

Popy menegaskan tidak akan segan melaporkan siapa saja oknum wartawan yang terbukti melakukan perbuatan melawan hukum, apalagi itu bukan anggota PWI  Gumas.

“Seorang wartawan profesional, dalam menjalankan kegiatan jurnalistiknya selalu mempedomani UU Pers dan Kode Etik Jurnalis. Pun halnya dalam menggunakan media sosial, harus cerdas dan memahami etika. Saring dulu sebelum di sharing,” demikian Popy menutup. (Nov/Aw)

 
 
image_print

Pos terkait

Berita Olahraga Pilihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.