Ketahanan Pangan di Katingan Masih Aman

Ir Yossy, kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Katingan

Kasongan, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Ketahanan pangan di tengah kondisi pandemik Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 13 wilayah kecamatan di Kabupaten Katingan saat ini masih aman dan tersedia. “Diantaranya beras, gula pasir, bawang merah, daging ayam ras (btoiller) dan telur ayam ras serta kebutuhan pokok lainnya,” kata kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Katingan Ir Yossy, Selasa (09/06/2020).

Hal ini menurut Yossy, dapat dibuktikan berdasarkan pantauan yang dilakukannya setiap harinya di beberapa pasar yang ada di 13 wilayah kecamatan. “Hasil pantauan tersebut, kita laporkan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), kemudian laporan tersebut dilanjutkan ke Kementerian Petanian,” terangnya,

Beberapa harga Sembako di Kabupaten Katingan per 7 Juni 2020, diantaranya harga beras medium Rp13 ribu/Kg, gula pasir Rp17 ribu/Kg, bawang merah Rp65 ribu/Kg, daging ayam broiler Rp55 ribu/Kg, daging sapi Rp135 ribu/Kg dan bawang putih Rp35 ribu/Kg.

Selanjutnya, dia menyebutkan, di suasana Covid-19 ini Katingan seperti juga di daerah-daerah lain, saat ini sudah membentuk satuan tugas (satgas) ketahanan pangan. Ketuanya Drs Nikodemus. Tujuannya, melaporkan tentang kondisi dan harga semua pangan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI setiap harinya.

“Yang tergabung di dalam satgas ketahanan pangan ini, selain Dinas Pertanian, pangan dan perikanan, juga Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian serta bidang Perhubungan di Dinas PU Penataan Ruang dan Perhububgan serempat,” sebutnya.

Terkait ketersediaan Sembako di Kabupaten Katingan yang dikatakan aman di dalam kondisi pandemi Covid-19 ini menurutnya hingga saat ini, di samping dipenuhi oleh produksi yang dihasilkan oleh masyarakat Katingan sendiri, juga suplai atau mendatangkan dari luar daerah seperti dari kota Banjarmasi Kalsel dan dari luar pulau. “Kendati semua Sembako dan barang komoditi lainnya masih aman/tersedia, namun untuk harganya berfluktuatif,” aku mantan kepala Dinas Transnaker ini. (Kas/aw)

image_print

Pos terkait