Kerusakan Jalan Kurun-Palangka, Polie Minta Aturan Ditegakkan

Anggota DPRD Gumas Polie L.Mihing. (Media Dayak/Novri JKH)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kerusakan jalan provinsi yang melewati wilayah Gunung Mas (Gumas) akibat aktivitas truk pengangkut batu bara dan tandan buah segar kelapa sawit/CPO, mengundang keprinan dari anggota DPRD Gumas Polie L.Mihing.

Polie menegaskan, kerusakan itu akan terus terjadi selama truk pengangkut batu bara dan tandan buah segar kelapa sawit/CPO bebas melintas di ruas jalan provinsi/umum.

“Pemerintah provinsi harusnya tegas dan menegakkan dengan sungguh-sungguh aturan yang ada, yakni peraturan daerah (perda) nomor 7 tahun 2012. Selama perda itu tidak dijalankan, selama itu pula kerusakan jalan dan jembatan akan terjadi akibat truk pengangkut batu bara dan sawit,” ucap Polie, Kamis (16/5).

Dijelaskan Polie, perda 7 tahun 2012 pasal 16 menyebutkan, setiap pengangkutan hasil tambang dan hasil perkebunan yang tidak melalui jalan khusus diancam dengan pidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta.

Kamudian pasal 12 menegaskan, pemda melalui Dinas Perhubungan Provinsi wajib melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan pengangkutan hasil produksi pertambangan dan perkebunan yang menggunakan jalan umum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.  Pengawasan dan pengendalian berupa optimalisasi jembatan timbang dan rambu-rambu lalu lintas.

“Apakah selama ini pemerintah provinsi sudah menjalankan aturan itu, apakah dinas perhubungan provinsi sudah melakukan pengawasan dan pengendalian berupa optimalisasi jembatan timbang,” kata Polie mempertanyakan sikap pemprov dan dinas terkait.

Menyoal jalan khusus, wakil rakyat dapil III itu menegaskan perusahaan besar swasta wajib membuat jalan khusus.

“Saya melihat memang tidak ada niat dari mereka [perusahaan besar swasta di Gumas] untuk membuat jalan khusus.Mereka hanya mengutamakan kepentingan perusahaan dan mengabaikan kepentingan masyarakat, mereka tidak punya hati nurani,” seru Polie. (Nov/Aw)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait