Foto: Tampak Kepsek SMAN 2 Muara Tuhup Kecamatan Laung Tuhup Syafi’i (berbaju batik) sendirian saat melaksanakan USBN sesi pertama
Puruk Cahu, Media Dayak
Dari 12 orang guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Muara Tuhup, kecematan Laung Tuhup, kabupaten Murung Raya (Mura), hanya satu orang yang melaksanakan pengawasan kegiatan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tersebut.
Namun hal itu terjadi kejanggalan. Sebab, entah apa alasan beberapa guru lainnya tidak hadir menjadi tanda tanya oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 2 Muara Tuhup itu. Meski demikian, dirinya tetap melaksanakan USBN tersebut sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
USBN yang dilaksanakan sejak pagi sampai sore hari dimulai sejak Jumat (15/3) yang lalu hingga 22 Maret yang akan datang, Syafi’i yang bertindak selaku kepala sekolah SMAN 2 Muara Tuhup ini tampak sibuk mempersiapkan sarana dan prasarana ujian tanpa bantuan guru lainnya.
Saat dikomfirmasi beberapa awak media, Kepsek SMAN 2 Muara TuhupSyafi’i, mengatakan, bahwa dirinya sudah menginformasikan kepada guru-guru yang lain terkait dengan pelaksanaan USBN tersebut, namun dari sejak pertama dilaksanakannya USBN itu tidak ada guru yang datang atau membantu.
“Saya hari ini bertugas pak, sejak pagi tadi dan hari ini kemungkinan sampai pukul 16.00 wib. Jadwalnya sudah saya sampaikan semua ke guru guru, tapi beberapa guru ada yang berhalangan hadir,” kata Syafi’i.
Saat disinggung mengenai keberatan beberapa guru yang bertugas di sekolah tersebut mengenai transparansi penggunaan dana sekolah, Syafi’i tidak ingin menanggapi lebih dalam.
“Kalo terkait USBN semua guru sudah mengetahui jadwalnya, nah kalo saat ini hanya saya yang hadir itu karena beberapa guru berhalangan dan izin. Terkait penggunaan dana operasional sekolah semua guru guru sudah mengetahui juklak dan juknisnya,” ujar Syafi’I Kepsek yang menjabat sejak tahun 2017 lalu.
Sementara itu ditempat terpisah, salah satu guru yang berhasil dihubungi, yang tidak ingin namanya disebutkan, mengatakan, bahwa dirinya tidak ingin ikut serta dalam pelaksanaan USBN karena beberapa pertimbangan. Pihaknya juga menekankan bahwa ingin ada “perbaikan” untuk sekolah kedepannya.
“Oh.bukan tidak ingin terlibat bapak, tapi memang ada beberapa pertimbangan yang membuat saya khususnya tidak ikut serta dalam pelaksanaan USBN BK. Saya konsultasi dulu dengan guru yang lain pak untuk penjelasan lebih lanjut untuk perbaikan sekolah kami kedepan,” imbuhnya. (LULUS)














