Kebakaran di Jalan Panglima Batur, 3 Barak Terbakar

PADAMKAN API-Petugas Damkar dan BPBD Barito Utara saat memadamkan api di barak milik warga di Jalan panglima Batur Muara Teweh,Jumat (28/7).(Media Dayak:ist)

Muara Teweh, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kebakaran kembali terjadi di dalam Kota Muara Teweh tepatnya di Jalan Panglima Batur, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara (Barut), Jumat (29/7) sekitar pukul 07.15 WIB.

Api menghanguskan 3 rumah barak, semuanya berkonstruksi dari bahan kayu yang letaknya berhadapan dengan SDN 1 dan 2 Melayu Muara Teweh. 2 rumah barak milik Selekta dan 1 rumah milik Sosi Udin. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, Jumat pagi, api diduga berasal dari rumah milik Selekta. Sang pemilik rumah tak berada di tempat, tetapi rumah barak tersebut dihuni keluarganya.

“Setelah menyiapkan keperluan cucu untuk berangkat ke sekolah, saya mencuci di belakang di rumah barak sebelah. Saat itulah saya lihat api sudah membesar,” tutur saksi Sarmiati (56, ibu dari pemilik rumah, Selekta), Jumat pagi.

Sarmiati mengatakan, sebelum pergi ke barak sebelah, dia memang sempat memadamkan api di kasur yang terbakar. Api merambat dari tempat bakaran obat nyamuk.

“2 kali disiram dengan air dari ember dan saya sempat memukul-mukul tilam (kasur) untuk memastikan api sudah padam. Ternyata belakangan muncul api dari tilam itu. Rumah itu milik anak saya, tetapi dia lagi kerja di Bohot,” tambah Sarmiati.

Sementara Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP dan Damkar Kabupaten Barito Utara, Tri Indra Hartono mengatakan, obyek yang terbakar 3 buah rumah, milik Selekta dan Sosi Udin.

Pihak Damkar menerima laporan dari Norhalipah sekitar pukul 07.20 WIB. Satu regu Damkar didukung 5 unit pemadam, BPBD 4 unit, Polres Barut, RMPB, Relawan Damkar, dan warga setempat bekerjasama memadamkan api.

“Butuh waktu sekitar 30 menit untuk memadamkan api. Penyebab kebakaran dan total, kerugian akibat kebakaran belum diketahui,” sebut Indra, Jumat pagi.

Informasi lain yang dihimpun media ini, tanah di lokasi kebakaran merupakan milik Kodim 1013/Mtw. Dahulu bangunan di atasnya berfungsi sebagai gudang. “Kami cuma menyewa dan mengganti material bangunan yang sudah rusak. Tanahnya milik Kodim,” jelas Romadiah, istri dari Sosi Udin.(lna/Aw)

image_print

Pos terkait