Muara Teweh, Media Dayak
Banjir yang merendam wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut) membuat dataran rendah dan ruas jalan serta permukiman warga terendam banjir. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara melakukan antisipasi dalam penanganan banjir dan mengirim tim untuk melakukan pengecekkan.
Di sisi lain di kawasan Water Front City (WFC) kota Muara Teweh dijadikan wisata air dadakan bagi warga masyarakat di daerah ini. Lokasi ini terendam banjir hingga puluhan sentimeter. Pada sore hari, lokasi ini dipadati warga untuk berwisata dadakan bersama teman, keluarga, khususnya anak-anak.
“Ini merupakan rekreasi dadakan bersama teman-teman, keluarga dan merupakan hiburan yang asyik banget bagi warga daerah ini,” ungkap salah satu warga Muara Teweh, Mita saat membawa anaknya bermain di air banjir di Jalan Panglima Batur kawasan WFC Muara Teweh, Minggu (22/5/2022) petang.
Ketinggian air di kawasan WFC tersebut bervariasi antara 55-60 centimeter sehingga selain menjadi tempat bermain juga warga setempat menjual dagangan bagi pedagang pentol dan bakaran untuk mendatangi kawasan yang terendam banjir.
Menurutnya, masyarakat diwilayah Kabupaten barito Utara sudah terbiasa dengan banjir yang melanda. Karena beberapa wilayah rendah setiap tahunnya mengalami musibah banjir, khususnya pada musim penghujan.
Dirinya juga meminta kepada warga masyarakat untuk selalu waspada dan berharti-hati saat membawa anak-anak bermain di banjir. “Selalu waspada dan hati-hati saat bermain air di banjir saat membawa anak, jangan sampai lepas dari pengawasan,” kata dia.
Namun, dia juga berharap, banjir yang melanda wilayah Kabupaten Barito Utara bisa segera surut sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti biasanya lagi.
Berdasarkan pantauan, pada Minggu (22/5/2022) kawasan dataran rendah yang saat ini sudah terendam air yaitu di Jalan Merak, Jalan Imam Bonjol, Jalan Dahlia gang Paraguai, dan Jalan Mawar.(lna/Lsn)











