Bupati Katingan Sakariyas SE didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan setempat dr Robertus MSi dan Wakil Ketua DPRD Katingan, Fahrul Razi, saat menyampaikan pers rillis tentang perubahan status Katingan dari zona Hijau menjadi zona merah lantaran ditemukannya 1 orang warganya pasien positif menderita covid – 19, Jum’at sore (10/4) kemaren, di ruang rapat Wabup Katingan. (Media Dayak – Kas/Lms)
Kasongan, Media Dayak
Katingan yang awalnya hanya berstatus hijau lantaran tak ada satu orangpun waganya yang positif terkena Virus Corona (Covid) – 19 atau bebas dari wabah Covid 19, kini sudah menjadi zona merah lantaran ditemukannya 1 orang warganya positif menderita Covid – 19.
Demikian disampaikan, Bupati Katingan, Sakariyas melalui pers rillis dalam jumpa pers dengan sejumlah media, Jum’at sore (10/4) kemaren, di ruang rapat Wakil Bupati (Wabup) Katingan, didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan dr Robertus dan Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Kabupaten Katingan, Fahrul Razi.
Pers rillis yang disampaikannya ini, menurutnya, setelah dirinya menerima hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh para tenaga medis di Jakarta, pada Jum’at sore (10/4) sekitar pukul 15.00 Wib kemaren. ”Setelah menerima hasilnya, langsung kita umumkan pada sore ini juga,” jelas Bupati, yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas percepatan penanganan Covid – 19 Kabupaten Katingan ini.
Dengan status zona Merah itu pula, maka sejak Jum’at (10/4) sore ini Katingan, menurut Bupati, yang tadinya hanya berstatus siaga darurat bencana Covid – 19, kini statusnya naik menjadi tanggap darurat. ”Sehubungan dengan hal tersebut, kami akan melaksanakan berbagai kegiatan terkait hal ini dengan bekerjasama bersama Forkopinda, lintas sektor, swasta dan seluruh elemen masyarakat,” kata orang nomor satu di bumi Penyang Hinje Simpei ini, seraya menjelaskan tentang kerjasama dimaksud, yakni dalam rangka memerangi Covid – 19 yang sedang mewabah di sejumlah Negara ini.
Ditanya tentang pasien asal Katingan yang dinyatakan postif menderita covid – 19 dimaksud menurutnya, pasien tersebut sebelumnya pernah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Mas Amsyar Kasongan. Kemudian, dirujuk ke RSUD dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Kas/Lms)













