PERTEMUAN DENGAN POKTAN MAJU JAYA-Kadis Pertanian Barito Utara Syahmiludin A Surapati bersama jajarannya melakukan pertemuan dengan Kelompok Tani (Poktan) Maju jaya Desa Trinsing Kecamatan Teweh Selatan, Selasa (16/2/2021) lalu.(Media Dayak/Distan Barut)
Muara Teweh, Media Dayak
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara (Kadistan Barut) Syahmiludin A Surapati melakukan pertemuan dengan anggota kelompok tani (Poktan) Maju Jaya Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan yang mempunyai usaha kandang koloni sapi, Selasa (16/2/2021) kemarin.
Pertemuan langsung diadakan di Pondok Pertemuan Kelompok Tani (Poktan) Desa setempat tersebut membahas berbagai kendala dan permasalahan yang saat ini hadapi para poktan di lapangan.
Kepala Dinas Pertanian Barito Utara Syahmiludin A Surapati di Muara Teweh mengatakan dalam kegiatan pertemuan itu, dari Dinas Pertanian dihadir lengkap jajaran Bidang Peternakan, Kasi dan KasubBag lingkup Distan, Koordinator, Penyuluh Pertanian dan Petugas Teknis Peternakan yang ada di BPP Trahean.
Dikatakannya, pertemuan dengan kelompok peternak Maju Jaya yang berdiri sejak tahun 2013 ini dan sempat mendapat penghargaan sebagai juara II Kelompok Peternak terbaik se-Kalteng memang direncanakan untuk membenahi sistem managemen dan membangun kembali kekompakkan dan komitmen antar anggota Poktan dalam melakukan usaha tani peternakan yang mereka lakukan.
“Beberapa waktu terakhir ini dinilai semakin menurun dan melemah semangat, komitmen dan kesungguhan mereka dalam menjalankan usaha peternakan tersebut,” kata Syahmiludin, Rabu (17/2/2021).
Padahal kata dia potensi usaha ternak sapi potong sangat terbuka dan menjanjikan untuk dikembangkan di wilayah Kabupaten Barito Utara.
Dari data resmi UPTD RPH Barito Utara, rata-rata untuk memenuhi kebutuhan daging sapi bagi masyarakat diwilayah kota Muara Teweh saja membutuhkan rata-rata tiga ekor sapi perhari.
“Kalau satu bulan (30 ekor x 30 hari) sebanyak 90 ekor. Untuk kebutuhan daging sapi satu tahun (90 ekor x 12) sebanyak 1.080 ekor. Angka kebutuhan sapi potong tersebut sangat besar dan selama ini masih dipasok sebagian besar dari provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Timur (Kaltim),” katanya.
Hal ini Syahmiludin menambahkan jelas merupakan peluang usaha peternakan yang sangat baik apabila betul-betul ditekuni dan diusahakan dengan baik. Dinas Pertanian Barito Utara memiliki komitmen untuk mendukung masyarakat (kelompok peternak) yang betul-betul ingin berusaha dengan baik dan benar.
“Program Pemkab Barito Utara untuk bisa swasembada daging dan meningkatkan pendapatan dan taraf hidup kelompok peternak yang ada di Barito Utara jelas menjadi PR dan tanggung jawab yang harus di buktikan dengan kinerja yang lebih giat dan gigih lagi dari jajaran Dinas Pertanian Barito Utara,” kata Syahmiludin.(lna/Lsn)











