Kadis Kesehatan Gumas; dr Maria Efianti
Kuala Kurun, Media Dayak
Kepala Dinas Kesehatan Gumas, dr Maria Efianti mengungkapkan hasil pemeriksaan rapid test massal gratis yang baru-baru ini dilaksanakan di Taman Kota Kuala Kurun. Sasaran Kegiatan tersebut adalah para pedagang, juru parkir dan tukang ojek di Kuala Kurun.
“Kegiatan rapid test massal hari pertama 9 Juni dan hari kedua 10 Juni, dengan sasaran para pedagang di pasar lama dan pasar baru, juru parkir dan tukang ojek di pasar lama dan pasar baru. Total jumlah peserta hari pertama dan hari kedua adalah 228 orang,” kata Maria di ruang kerjanya, Jumat (12/06/2020).
Dari 228 orang itu, sambung dia, hasil rapid test hari pertama yang reaktif 18 orang, dan hari kedua 18 orang. Total yang reaktif 36 orang.
“Reaktif belum tentu lho orang itu terkena Covid-19. Makanya mereka yang reaktif itu kita jadwalkan dilakukan pemeriksaan swab, bahkan ada kok yang sudah dilakukan pemeriksaan swab,” ujar Maria.
Dalam pemeriksaan swab, kata Maria, sampel pemeriksaaannya adalah lendir yang diambil dari dalam hidung dan tenggorokan orang yang menjalani swab.
“Sampel pemeriksaan swab selanjutnya kita kirim ke Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangka Raya. Hasil pemeriksaan di Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangka Raya. Antara 2 sampai 3 hari biasanya sudah keluar dan dikirim ke kita,” jelas Maria yang juga juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gumas.
Terhadap mereka yang reaktif dari hasil rapid test, pejabat yang dekat dengan pewarta itu menyatakan, pihaknya sudah meminta mereka melakukan isolasi mandiri dengan tetap menjaga kebersihan, kesehatan serta stamina yang baik.
“Mereka yang reaktif dan melakukan isolasi mandiri kita lakukan pemantauan. Mereka menyatakan siap dilakukan pemeriksaan swab,” kata Maria.
Ditambahnya, untuk mereka yang non reaktif dilakukan penjadwalan 1 minggu setelah diperiksa, dilakukan rapid test kembali.
“Mereka yang rapid test tanggal 9 Juni, dilakukan rapid test kembali tanggal 16 Juni, dan yang rapid test tanggal 10 Juni, dilakukan rapid test kembali tanggal 17 Juni. Hal itu dilakukan untuk memastikan keadaan kesehatan mereka,” pungkas Maria.(Nov/aw)













