Jembatan Penyeberangan Muara Teweh-Jingah Fungsional Akhir 2019

Kabid Bina Marga (BM) Zainudin

Bacaan Lainnya

Muara Teweh, Media Dayak

  Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang (DPUPR) setempat menargetkan pada akhir tahun 2019 ini jembatan penyeberangan yang menghubungkan kota Muara Teweh-Jingah sudah dapat fungsional atau digunakan oleh masyarakat.

Jembatan yang dibangun oleh Pemkab Barito Utara guna mempersingkat jarak antara 4 (empat) kelurahan, yakni Kelurahan Lanjas dan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah dan Kelurahan Jingan serta Jambu, Kecamatan Teweh Baru.

Kepala Dinas PUPR H Fery Kusmiadi melalui Kabid Bina Marga (BM) Zainudin di Muara Teweh, Sabtu (9/2) mengatakan dengan berdirinya jembatan ini, Pemkab Barito Utara berharap akan memberikan efek positif terhadap perekonomian masyarakat khususnya di empat kelurahan tersebut dan umumnya di seluruh wilayah Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.

“Tahun ini kembali dilaksanakan lanjutan proyek pembangunan jembatan penyeberangan Muara Teweh-Jingah, dengan dana sebesar Rp13 Miliar lebih untuk pekerjaan lantai dan pemasangan Erection jembatan,” kata Kabid Bina Marga Dinas PUPR Barut, Zainudin.

Dikatakannya, bahwa untuk proyek lanjutan pembangunan jembatan ini rencananya paket proyek akan dilakukan pelelangan di bulan Febuari 2019. Adapun taget Dinas PUPR, proyek lanjutan jembatan ini pekerjaannya selesai di tahun 2019, dan dengan demikian jembatan penyeberangan itu minimal sudah dapat difungsionalkan pada akhir tahun 2019.

“Jembatan penyeberangan ini nantinya tidak boleh dilalui kendaraan jenis berat atau hanya boleh digunakan untuk para pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Sedangkan untuk kendaraan roda empat, yang dapat melalui jembatan ini khusus mobil ambulan,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kota Muara Teweh, Wandi mengatakan, bahwa sudah menanti-nantikan jembatan penyeberangan Muara Teweh-Jingah selesai dibangun. Melalui jembatan itu jarak Muara Teweh dan Kelurahan Jambu akan lebih dekat.

“Orang tua saya berada di Manggala, jadi saya sering pulang kesana. Jika jembatan penyeberangan selesai dibangun dan bisa dilalui kendaraan, maka jarak ke Manggala tidak jauh lagi dan lebih cepat dibanding melalui jalan yang digunakan sekarang ini,” kata Wandi.(lna/aw)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *