Palangka Raya, Media Dayak
Jelang kedatangan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Kota Palangka Raya, sejumlah mahasiswa Palangka Raya menggelar demo di depan kantor Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng). Kedatangan puluhan mahasiswa tersebut untuk sampaikan tuntutan, baik ke Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran, maupun ke Pemerintah Pusat, Selasa (7/5) siang.
Mengetahui adanya mahasiswa demo, Gubernur segera pergi ke lokasi untuk menemui puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kalteng Menggugat. Meski dengan nada agak kecewa, Gubernur menyambut baik aksi mahasiswa sebagai kontrol pemerintahan.
Gubernur menjawab berbagai tuntutan mahasiswa terkait kesejahteraan, infrastruktur, pendidikan telah dilakukan oleh Pemprov Kalteng, maupun kesehatan dan lingkungan.
“Banyak sudah yang kita lakukan untuk Kalteng. Diantaranya penertiban izin perusahaan baik perkebunan dan pertambangan,” tegasnya.
Diakui Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, pihaknya telah banyak menertibkan perusahaan tambang yang tidak taat pajak dan membayar royalti. “Dulu Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita dari royalti sangat kecil sekarang sudah cukup besar. Sebab perusahaan kita wajibkan membayar,” ujarnya.
Terkait pendidikan, gubernur samaikan sangat mendukung agar mahasiswa kurang mampu dapat melanjutkan kuliah. Itu dibantu dengan Beasiswa Bidik Misi Kalteng Berkah.
Selain itu, Gubernur Kalteng menyatakan, infrastruktur jalan juga sudah dibangun secara merata dan tuntas. Bahkan, anggaran untuk infrastruktur paling besar karena gubernur ingin semua jalan di Kalteng dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.
“Khusus untuk kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diharapkan Bupati dan investor setempat bisa bersinergi menuntaskan berbagai masalah yang dikeluhkan mahasiswa. Hal itu sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten dan pengusaha setempat,” terang Gubernur di depan puluhan mahasiswa didampingi Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri dan beberapa pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Kalteng.(YM)












