
Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran, di sela-sela kerjaannya, mampir ke salah satu Mesjid untuk memberikan bantuan 50 mukena dan sejumlah uang kepada pengurus mesjid tersebut, Senin (7/1). (Dayak Pos/Yanting)
Pangkalan Bun, Media Dayak
Masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) diimbau bijak dan santun dalam bermedia sosial (Medsos). Pasalnya dalam beberapa hari belakangan, bermunculan akun-akun medsos yang mendiskreditkan Gubernur H Sugianto Sabran dengan isu dan ujaran yang terindikasi suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri, Rabu (9/1), menuturkan, apa yang disampaikan Gubernur jangan langsung dimaknai ke hal lain yang justru dapat memecah-belah kebersamaan dan kerukunan di Bumi Tambun Bungai. Melainkan, pahami dan resapi apa yang disampaikan Gubernur sebelum menyebarkannya ke medsos.
“Jangan termakan dan terpancing isu di medsos, dengan berbagai kepentingan. Sebelum komentar atau menyampaikan sesuatu di medsos, harus disaring sebelum sharing,” sebutnya.
Sebagai seorang pejabat publik yang dipercaya sebagai Gubernur, dia adalah milik masyarakat Kalteng dari berbagai suku, agama, ras dan antargolongan. Terlebih sebagai Gubernur, dia adalah simbol daerah yang harus dihormati.
“Pemprov Kalteng melalui Gubernur, tidak anti kritik. Justru Gubernur siap kapanpun dikritik, selama untuk kepentingan masyarakat luas. Tetapi tolong kalau mau menyampaikan kritik, sampaikanlah secara santun,” harap Sekda.
Dengan kata lain, kritik yang disampaikan jangan justru menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat Kalteng yang majemuk, sebagaimana falsafah Huma Betang. Kalaupun ada yang kurang jelas dari apa yang disampaikan, dia sarankan dapat meminta penjelasan di akun-akun resmi milik pemerintah, ataupun akun pribadi milik Gubernur.
Sebelumnya, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mengharapkan, masyarakat lebih baik memberi masukan soal pembangunan di daerah dan kinerja kepala daerahnya.
“Apalagi dalam bermedsos, jangan sekali-kali membawa isu SARA yang justru bisa memecahbelah persatuan dan kerukunan yang selama ini sudah terjalin dengan baik di Kalteng. Karenanya sebagai masyarakat yang majemuk, setiap ada persoalan harus dibicarakan dan disampaikan dengan baik,” pungkasnya.(YM)













