FOTO BERSAMA – Foto bersama usai RDPU, terkait permasalahan jalan penghubung Desa Jihi dan Desa Tuyau yang rusak parah, Jum’at (21/01/2022) (Media Dayak/TL/RHF)
Tamiang Layang, Media Dayak
DPRD Barito Timur (Bartim) menggelar rapat dengar pendapat umum atau RDPU, terkait permasalahan jalan penghubung Desa Jihi dan Desa Tuyau yang rusak parah.
RDPU tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Barito Timur, Nursulistio dan dihadiri oleh Anggota DPRD dari daerah pemilihan 3, Asisten Sekda, Kepala Dinas PUPR Perkim, Kabid Bina Marga, Camat Pematang Karau, Kades Tuyau serta perwakilan masyarakat.
“Tadi kita sudah mempertemukan langsung perwakilan masyarakat maupun Pemerintah Desa Tuyau dengan pemerintah daerah yang diwakili Asisten Sekda dan Dinas PUPR Perkim untuk memaparkan kondisi jalan di desa Tuyau yang sudah rusak,” ujar Ketua DPRD Nursulistio, saat diwawancarai usai RDPU, Jum’at (21/01).
Dalam pemaparan tersebut, lanjut dia, Pemerintah Desa juga membawa bukti visual yang menunjukkan kondisi jalan serta akibat yang ditimbulkan oleh kerusakan jalan tersebut selama ini.
“Oleh sebab itu, inti dari RDPU pada sore hari ini, kami meminta kepada pemerintah daerah agar ini segera ditindaklanjuti dan diperbaiki,”kata Nursulistio.
Politisi Partai Golkar ini, menjelaskan, sesuai dengan kesepakatan dengan Dinas PUPR Perkim, pada tahun ini akan diperbaiki secara swakelola atau dengan dana lain yang ada di dinas PUPR.
“Jalan tersebut merupakan akses utama yang dilalui masyarakat di dalam dan tentu juga merupakan akses bagi masyarakat desa luar yang punya kepentingan ke dalam,”jelasnya.
Dia kembali menegaskan, agar jalan penghubung Jihi – Tuyau yang sudah berlubang-lubang dan mulai longsor agar segera diperbaiki sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan lalu lintas.
“Tadi dari Dinas PUPR Perkim langsung menanggapi, untuk tahun 2022 siap diperbaiki secara swakelola, dan pada tahun 2023 sesuai dengan program strategis di pemerintah daerah akan dilakukan peningkatan jalan Jihi – Tuyau,”jelasnya.
Kepala Desa Tuyau, H Markati, menjelaskan, total panjang jalan yang rusak parah di desa tersebut mencapai 2.700 meter.
“Kalau yang di dalam kampung 700 meter, sedangkan jalan penghubung Jihi – Tuyau itu sekitar 2.000 meter, kerusakan jalan ini sangat berdampak terhadap aktivitas masyarakat baik untuk bekerja maupun bagi anak-anak dalam beraktivitas ke sekolah,”kata Markati. (TL/RHF)












