Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalteng, Rawing Rambang (kacamata) saat menghadiri peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) tahun 2025 di Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah, Rabu (28/1/2026).(Media Dayak/Dokpri)
Palangka Raya, Media Dayak
Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor riil yang lebih tinggi dan memiliki daya tahan, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Tengah mendukung upaya sinergi hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) dan industri, khususnya di perkebunan Kelapa Sawit.
Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalteng, Rawing Rambang mengatakan, GAPKI mengikuti kebijakan pusat dalam mendorong hilirisasi. Dan GAPKI Kalimantan Tengah (Kalteng) menyesuaikan dengan regulasi nasional dan mendukung pengembangan perusahaan sawit.
“Kita mengikuti pusat, demikian juga Pak Gubernur. Kalau Pak Gubernur memang mendorong (hilirisasi,red), saya yakin dan percaya GAPKI ini ingin berkembang lebih baik,” kata Rawing saat menghadiri peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) tahun 2025 di Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah, Rabu (28/1/2026).
Rawing Rambang menyatakan, GAPKI Kalteng terus mendorong perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalteng untuk melakukan hilirisasi. Alasannya, dengan luas mencapai 16,8 juta Hektare, produksi minyak kelapa sawit Indonesia sangat berlebihan untuk konsumsi dalam negeri.
“Produksi kita itu kan hampir 52 juta ton per tahun. Sedangkan konsumsi daun negeri itu sudah cukup. Artinya, industri hilirnya ini yang perlu dikembangkan, sehingga menghasilkan multiplier effect yang luar biasa bagi negara,” terangnya.
Meskipun mendorong perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk melakukan hilirisasi, Rawing Rambang mengakui bahwa melakukan hilirisasi tidak mudah, karena investasi untuk pabrik hilirisasi sangat besar.
“Diperkirakan (perlu investasi,red) mencapai sekitar Rp15 Triliun per unit untuk melaksanakan hilirisasi. Tapi itu perlu dilakukan jika ingin berkembang, terutama bagi perusahaan yang memiliki luas lebih dari 50 ribu Hektare,” ujarnya.
Mantan Birokrat ini mengungkapkan, sudah ada beberapa perusahaan/group perkebunan kelapa sawit di Kalteng yang melakukan hilirisasi, di antaranya adalah Citra Borneo Indah (CBI), Wilmar Group, Sinarmas, dan Musimmas.
“Produk hilir yang mereka kembangkan juga cukup bervariasi, mulai dari minyak goreng, margarin, coklat, sabun, mie, dan produk hilir lainnya. GAPKI berharap perusahaan/group lainnya di Kalteng dapat mengikuti jejak mereka dan melakukan hilirisasi,” tutup Rawing Rambang.(Aw)











