Distan dan Dinsos PMD Barito Utara Lakukan Penguatan Ketahanan Pangan

PENGUATAN KETAHANAN PANGAN – Kadis Pertanian dan Kadis Sosial PMD saat melaksanakan Bimtek kepada para para petani di wilayah Kecamatan Gunung Purei. Bimtek dilaksanakan dalam rangka penguatan ketahanan pangan dalam pengendalian inflasi dan dampak mitigasi inflasi  daerah pada tingkat desa di Kabupaten Barito Utara, di aula Kecamatan Gunung Purei, Senin (19/9/2022).(Media Dayak : Dok Disos PMD Barut)

Muara Teweh, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara (Barut) melalui Dinas Pertanian  dan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Distan dan Dinsos PMD) setempat melakukan penguatan ketahanan pangan di sembilan Kecamatan di daerah ini. Dan salah satunya dilaksanakan di Kecamatan Gunung Purei.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka pengendalian inflasi dan dampak mitigasi inflasi daerah pada tingkat desa di Kabupaten Barito Utara.

Dalam kegiatan tersebut, diisi dengan bimbingan tekhnis (Bimtek) di 6 (enam) balai penyuluhan pertanian se Kabupaten Barito Utara pada tanggal 19 September 2022 yang dilaksanakan di Lampoeng Kecamatan Gunung Purei.

Dalam bimtek tersebut, dihadiri dari penyuluh pertanian, kelompok tani, Kepala Desa se Kecamatan Gunung Purei, Camat serta unsur Tripika Kecamatan Gunung Purei dengan jumlah peserta 70 orang.

“Kami dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara turun ke Kecamatan dan desa secara bersamaan untuk melakukan pembinaan,” kata Kepala Dinas Sosial PMD, Eveready Noor, Selasa (20/09) kemarin.

Dalam kegiatan tersebut, Kadis Sosial PMD, juga mengingatkan kembali kepada Kepala Desa hasil dari rapat koordinasi pemerintah desa se Kalimantan Tengah pada tanggal 15 September 2022 di Palangka Raya agar masing-masing desa menyiapkan lahan untuk ketahanan pangan.

Hal tersebut, kata Eveready Noor, dilakukan agar terhindar dari dampak inflasi dan dampak mitigasi dengan penggunaan dana desa yang diputuskan dalam musyawarah desa khusus dan dimasukan ke dalam APBDes.

“Untuk sementara dalam hal APBDes belum dapat diguanakan, dalam musyawarah desa khusus dapat memutuskan dana talangan untuk pengendalian inflasi dan mitigasi dampak inflasi daerah pada tingkat desa,”katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Syahmiludin A Surapati, dalam sambutannya, mengatakan, kegiatan bimbingan teknis tersebut menyampaikan materi penggunaan titik koordinat untuk penentuan luas lahan pertanian yang tergabung dalam kelompok tani yang di koordinator dari tenaga penyuluh pertanian dengan menggunakan smarphone serta membutuhkan koneksi internet bagaimana seorang penyuluh memanfaatkan smartphone-nya untuk membantu pelaksanaan tugasnya, misalnya menentukan titik koordinat lahan petani untuk menentukan luas lahan dan lainya .

“Hal ini tentunya berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan penyuluh, tujuan untuk berbagi pengetahuan tentang pemanfaatan smartphone untuk mendukung tugas penyuluh, serta dalam hal ini pendampingan penyusunan rencana difinitif kebutuhan kelompok (RDKK) kelompok tani,”kata Eveready Noor. (lna/rsn)

 

image_print

Pos terkait