Disbudpar Bakal Gelar Harubuh Manugal

Kabid Kesenian Disbudpar Gumas Ahmady. (Media Dayak/Novri JKH)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) akan menggelar kegiatan Harubuh Manugal, Handep Hapakat Menggali Kearifan Lokal Budaya Dayak dengan Tradisi Manugal di lokasi lahan / ladang di Gudang Setengah RT 01 Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah.

“Kegiatan harubuh manugal akan dilaksanakan tanggal 7 Oktober 2024 di Gudang Setengah RT 01 Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah,” kata Pj Bupati Gumas Herson B. Aden melalui Kepala Disbudpar Hansli Gonak yang disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kesenian Disbudpar Gumas Ahmady, Kamis (3/10/2024).

Dijelaskannya, kegiatan nantinya merupakan ketiga kalinya dilaksanakan, dan persiapan kegiatan sudah mencapai 90 persen, termasuk pembakaran lahan dan kesiapan lainnya, tinggal nantinya pelaksaan kegiatan ritual dan seremonial.

”Persiapan saat ini, yakni pembuatan Balai Tingkap-Tingkapan Tingang [tempat beristirahat] serta pembuatan Upun Binyi [tempat menyimpan bibit padi],” ucap Ahmady.

“Lahan tempat pelaksanaan kegiatan seluas kurang lebih 3 hektare. Binyi [bibit padi] yang nantinya untuk ditanam sebanyak kurang lebih 12 blek [blek bahasa dayak berarti kaleng. 1 blek bisa menampung binyi kurang lebih 15 kg], dan sudah siap semua. Yang ditanam nanti bibit padi biasa dan bibit padi pulut [ketan],” ujar dia menambahkan.

Dilahan itu nantinya, sambung Ahmady, juga ditanam berbagai jenis sayur-sayuran, seperti jagung, mentimun, terong, lombok dan tanaman sayuran lainnya.

“Kegiatan ini [harubuh manugal] akan menjadi agenda tahunan, karena telah ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi sebagai warisan budaya tak benda Kabupaten Gunung Mas. Tahun 2021 harubuh manugal juga telah ditetapkan menjadi hak kekayaan intelektual Kabupaten Gunung Mas yang dikeluarkan oleh Kemenkumham,” terangnya.

Menurut Ahmady, pelajar dan generasi muda perlu mengetahui kegiatan harubuh manugal, sehingga pihaknya mengundang pelajar dan guru SMPN 1/SMAN 1 Tewah agar melihat dan turut serta pada kegiatan tradisi menanam padi secara tradisional yang dilakukan masyarakat Dayak Ngaju Kalimantan Tengah (Kalteng) secara bersama-sama atau bergotong royong.

“Kegiatan nantinya juga akan dihadiri Pak Pj Bupati, unsur forkopimda, anggota DPRD, pejabat eselon dua sekretariat daerah, kepala OPD dan pejabat eselon tiga, Camat Tewah, lurah, kepala desa dan perangkat desa, perwakilan tokoh masyarakat, tokoh adat dan undangan lainnya,” ungkap Ahmady.

Dikonfirmasi melalui apikasi pesan terkait kegiatan harubuh manugal, Lurah Tewah Noor Ifan Syah menyampaikan pihaknya bersama pihak kecamatan dan disbudpar saling gotong royong untuk mempersiapkan pelaksanan kegiatan harubuh manugal sehingga kegiatan nantinya berjalan dengan baik.

“Harapan kita dengan kegiatan harubuh manugal ini agar adat istiadat nenek moyang kita tetap terjaga dengan baik, dan  tidak ditinggalkan, dalam arti muatan lokal leluhur kita Dayak tetap terjaga kelestariannya dan bisa berkembang di masa depan,” ujar Noor.

Terpisah, salah satu tokoh masyarakat Gumas Anthony L. Djaga menyambut baik digelarnya harubuh manugal yang merupakan bagian dari budaya masyarakat Dayak dalam bercocok tanam.

“Harubuh manugal mencerminkan kebersamaan dan gotong royong masyarakat Dayak dalam menanam padi,” ujar Anthony.

“Kegiatan ini hendaknya dapat diperkenalkan kepada pelajar dan generasi muda agar  mengetahui apa itu harubuh manugal sebagai sebuah kearifan lokal yang perlu terus dilestarikan,” tukas pensiunan pejabat eselon dua Pemkab Gumas tersebut. (Nov/Aw)

image_print

Pos terkait