Dinkes Barut Sosialisasi Gerakan Satu Rumah Satu Jumatik

SOSIALISASI JUMANTIK-Asisten Sekda bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan, Hendro Nakalelo foto bersama usai pembukaan sosialisasi gerakan satu rumah satu jumantik, di aula BappedaLitbang Muara Teweh, Selasa (21/5).(Media Dayak:diskominfosandi barut)

Muara Teweh, Media Dayak

    Untuk menekan angka demam berdarah dengue (DBD) Pemkab Barut melalui Dinas Kesehatan mengadakan sosialisasi Program Satu Rumah Satu Jumantik (Juru Pemantau Jentik) di aula Bappedalitbang Muara Teweh, Selasa (21/5).

Bacaan Lainnya

Jumantik adalah orang yang ditunjuk dan diberi tugas untuk memantau jentik nyamuk yang berasal dari lingkungan sekitar yang secara sukarela dan mau bertanggung jawab untuk melakukan pemantauan jentik nyamuk aedes aegypti di rumahnya dan melaporkan secara berkesinambungan.

Asisten Sekda bidang pemerintahan Drs Hendro Nakalelo, dalam sambutannya mengatakan bahwa kasus DBD di kabupaten Barito Utara terjadi secara fluktuatif, pada tahun 2016 angka kesakitan DBD sebesar 276 kasus, tahun 2017 turun menjadi 118 kasus, namun pada tahun 2018 kembali meningkat menjadi 150 kasus.

“Hal ini terjadi karena adanya peningkatan curah hujan disaat musim penghujan sehingga terjadi peningkatan kepadatan jentik. Dengan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik diharapkan setiap rumah memiliki jumantik yang melaksanakan kegiatan 3M plus di rumah masing-masing,” kata Hendro Nakalelo membacakan sambutan tertulis Sekda H Jainal Abidin.

Lebih lanjut dikatakannya semua ini bertujuan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk terutama jentik nyamuk diberbagai tempat yang menjadi sarang nyamuk berkembang biak. Jentik nyamuk dapat dicegah dengan menguras bak mandi tempat penampungan air minimal tiga kali sehari.

“Dihimbau kepada masyarakat supaya dapat turut berpartisipasi dan mengantisipasi dengan prilaku hidup bersih,” kata Hendro Nakalelo.

Sementara Ketua Panitia, Kristiani mengatakan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik ini bertujuan agar peyakit DBD yang selama ini kita takuti dapat kita cegah bersama-sama.

“Tidak hanya melalui Dinas Kesehatan atau pihak terkait, masyarakat juga harus memiliki kesadaran dan peduli atas keadaan rumah masing-masing,” katanya. Kegiatam sosilisasi dihadiri kepala perangkat daerah, peserta sosialisasi serta undangan lainnya. (lna)

image_print

Pos terkait