Di Barut ODP 26 Orang Tersebar di Kelurahan dan Desa

MEDIA CENTER-Wakil bupati Sugianto Panala Putra, Sekda H Jainal Abidin, asisten sekda bidang pemerintahan H Masdulhaq, juru bicara Covid-19 H Siswandoyo dan Kadis Kominfosandi M Iman Topik, saat memberikan keterangan pers terkait kasus Covid19 di Barito Utara, Senin (7/4). (Media Dayak/ist)

Muara Teweh, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Juru bicara Covid-19 Kabupaten Barito Utara (Barut) H Siswandoyo mengatakan untuk kasus orang dalam pemantauan (ODP) hingga Selasa (7/4) sebanyak 27 orang yang tersebar di Kelurahan dan desa di wilayah Kabupaten Barito Utara.

Hal tersebut diungkapkan juru bicara Covid-19 H Siswandoyo saat konferensi pers di aula Setda lantai 2 yang dihadiri Wakil Bupati Sugianto Panala Putra, Sekda H Jainal Abidin, asosten sekda bidang pemerintahan H Masdulhaq, dan Kadis Kominfosandi M Iman Topik, Senin (7/4).

Menurut jubir Covid-19 Kabupaten Barito Utara, H Siswandoyo, 27 orang yang ODP yang tersebar di Kecamatan Teweh Tengah 19 orang, Kecamatan Teweh Selatan 3 orang, Kecamatan Teweh Baru 3 orang, dan Kecamatan Lahei Barat 2 orang.

Sedangkan PDP berjumlah 10 orang yang tersebar pada 2 kecamatan yakni Kecamatan Teweh Tengah 6 orang dan Kecamatan Teweh Baru 4 orang. Dan positif terpapar Covid-19 tidak ada.

“Untuk total kasus pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 10 orang. Ada penambahan tiga orang. Dan kabar gembira dari PDP ini, droi 10 orang tersebut yang dinyatakan negatif sudah 4 orang, masih tersisa enam orang, dan masih menunggu konfirmasi terkait dengan pemeriksaan lebih lanjut,” kata H Siswandoyo.

Dikatakannya, pihaknya juga mengirim tiga orang PDP klaster dari Gowa Sulawesi Selatan. “Dan Alhamdulilah dalam keadaan stabil. Sebelumnya, mereka ini juga kita minta datang ke Puskesmas dan RSUD kita adakan pemeriksaan secara fisik, semua sebenarnya sehat secara fisik,” kata dia.

Jadi katanya tidak timbul gejala-gejala yang mengarah ke Covid-19 ini, ia tidak demam, tidak batuk dan juga tidak sesak nafas. Dan berdasarkan infrorasi dari Kabupaten lain, klaster Gowa ini patut di waspadai, akhirnya pada Senin kemarin kita undang mereka untuk dilakukan pemeriksaan di RSUD.

Dan hasilnya mungkin sudah dirilis oleh bapak Bupati Barito Utara tadi malam, bahwa ada sebanyak tiga orang dari klaster tersebut dinyatakan reaktif. Dan kita belum bisa menyatakan itu positif karena sesuai dengan protokol kesehatan, pemeriksaan yang di anut sekarang adalah PCR (Polymerase Chain Reaction).

“Akhirnya yang tiga orang klaster Gowa itu kita rujuk ke RS Doris Sylfanus Palangka Raya. Alhamduililah sebenarnya keadaan pasien PDP itu stabil, istilahnya tidak demam, tidak sesak nafas dan juga tidak batuk-batuk, Yang menyusahkan kita orang yang terkena Covid-19 ini tidak menimbulkan gejala-gejala yang khas. Ini yang menyulitkan kita mendeteksi ini,” katanya.(lna/Lsn)

image_print

Pos terkait