Dewan Minta Pemerintah Realisasikan Pendirian Sekolah Baru Dipelosok

Foto : H.M. Sriosako

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Sekolah merupakan salah satu ujung tombak dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Oleh karena itu, masyarakat disejumlah wilayah Provimsi  Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta pemerintah untuk membangun sekolah baru. Pasalnya, sampai sekarang ini masih banyak masyarakat yang terkendala menyekolahkan anak-anaknya karena jarak tempuh sekolah yang cukup jauh.

Berbagai aspirasi tersebut disampaikan masyarakat kepada Anggota DPRD Kalteng saat melaksanakan kunjungan ke daerah, belum lama ini. Salah satunya yang mengusulkan pendirian sekolah baru adalah Desa Hampalam Kabupaten Katingan.

“Masyarakat Desa Hampalam membutuhkan pendirian SMA/SMK dikarenakan anak-anak warga di desa ini terpaksa bersekolah di wilayah Pendahara, yang jaraknya cukup jauh,” Ucap  Anggota DPRD Kalteng H.M. Sriosako, saat dibincangi media ini, di Gedung Dewan, jalan S.Parman, Kamis (31/10).

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini juga mengungkapkan, akibat jarak sekolah yang cukup jauh, terkadang para pelajar dari daerah tersebut sering terlambat karena harus melalui penyeberangan.

“Posisi para pelajar sudah cukup jauh dan untuk akses ke sekolah mereka harus menyeberang sungai, karenanya mereka sering terlambat sampai ke sekolah,” tambah legislator dari fraksi Demokrat ini.

Permintaan serupa juga disampaikan masyarakat Luwuk Langkuas, dimana mereka sangat mengharapkan agar di desa tersebut dibangun sekolah menengah kejuruan (SMK) agar para pelajar SMP yang sudah menyelesaikan pendidikannya tidak perlu lagi ke luar daerah.

“Masyarakat di Desa Luwuk Langkuas juga meminta pemerintah membangunkan SMK untuk peningkatan pendidikan, tanah sudah tersedia dan jarak ke SLTA terdekat dari desa ini cukup jauh, yakni di daerah Tumbang Jutuh,” terang Anggota Komisi II DPRD Kalteng ini.

Disamping itu ada juga permintaan masyarakat untuk meningkatkan fasilitas pendidikan. Diantaranya ada permintaan untuk membangun Base Transceiver Station (BTS). Harapan itu disampaikan masyarakat Desa Tehang, Kecamatan Manuhing Raya. Karena dengan tidak adanya jaringan telekomunikasi atai sinyal ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di daerah tersebut, beberapa waktu lalu tidak bisa dilaksanakan.

“Masyarakat setempat mengusulkan pembanguna BTS, karena dengan tidak adanya sinyal UNBK di SMA Negeri 1 Tehang terpaksa bergabung dengan SMA di wilayah lain,” pungkasnya.(Nvd)

image_print

Pos terkait