Dekranasda Launching Motif Batik Khas Lamandau

MENGIKUTI – Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana, mengikuti launching batik khas Lamandau di aula Setda setempat, Rabu (28/07). (Media Dayak/Tin/Rsn)

Nanga Bulik, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lamandau, Rabu (28/07) resmi melaunching 11 motif batik khas Lamandau.

Launching motif batik tersebut, dilaksanakan secara virtual oleh Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana didampingi Ketua Dekranasda Lamandau, Hj Rusdianti Hendra Lesmana di aula Setda setempat.

Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi Dekranasda Lamandau yang telah menyediakan wadah untuk masyarakat menyalurkan bakat kreasi seni membatik. Sehingga mampu diwujudkan menjadi motif batik khas Lamandau yang tidak dimiliki daerah lain.

“Harapan tentu tidak hanya berhenti disini, Dekranasda Lamandau agar dapat secara terus-menerus berkarya dalam rangka menumbuhkembangkan budaya batik di Kabupaten Lamandau. Sehingga selain dapat menambah kekayaan dan keragaman kebudayaan masyarakat, juga dapat ikut memberdayakan perekonomian masyarakat,”ungkapnya.

Dikatakan Bupati, motif batik merupakan perwujudan dari nilai seni, alam dan budaya suatu daerah. Sehingga tidak mengherankan apabila seni motif batik dipandang sebagai salah satu cerminan identitas budaya suatu daerah.

“Artinya, semakin kuat nilai keunikan suatu motif batik yang dikembangkan, akan semakin kuat juga nilai identitas daerah yang melekat di dalam motif batik tersebut,”bebernya.

Kabupaten Lamandau, kata dia lagi, yang kaya akan seni, alam dan budaya sangat berpotensi dalam hal pengembangan motif batik yang berciri khas, bernilai seni tinggi, yang mampu menjadi salah satu alat promosi bagi Kabupaten Lamandau.

Ditempat yang sama, Ketua Dekranasda Lamandau, Hj Rusdianti Hendra Lesmana, mengatakan, adapun 11 motif batik khas Lamandau yang dilaunching tersebut diantaranya adalah motif Pinang Sekayu, Guci dan Keladi Korup Matah, Tingang Lestari, Bukung Laman, Kantung Semar, Bungan Durin, Selendang Tajau Dara Tingang, Luha, Kantung Semar dan Rangkok, Kopi Laman dan motif batik Payung. (Tin/Rsn)

image_print

Pos terkait