Dana Pembangunan Gumas Tergerus akibat Pengurangan TKD, Jaya Warning Jangan Ada yang Coba-Coba Cari Panggung!

Bupati Gumas Jaya Samaya Monong.(Media Dayak/Novri JKH)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Penurunan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat menimbulkan efek berantai bagi sejumlah program strategis di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) yang berjuluk Bumi Habangkalan penyang Karuhei Tatau.

Dana pembangunan yang ikut tergerus akibat penyusutan TKD tersebut, yakni pengurangan APBD 2026, TPP ASN menyusut, dan porsi Dana Bagi Hasil (DBH) terpangkas.

Situasi ini lantas menuai perhatian serius dari Bupati Gumas Jaya Samaya Monong. Jaya menegaskan agar seluruh pihak tetap fokus bekerja dan tidak memanfaatkan momentum ini sebagai ajang untuk cari panggung alias pencitraan.

Diwawancara Media Dayak, Sabtu (29/11/2025), Jaya mengingatkan dengan nada cukup keras kepada seluruh pejabat OPD, aparatur, hingga pihak-pihak tertentu di luar pemerintahan untuk tidak memanfaatkan isu pengurangan TKD sebagai panggung politik, panggung kepentingan, atau panggung pribadi.

“Pengurangan TKD itu adalah situasi yang harus kita hadapi bersama. Janganlah ada yang coba-coba cari panggung, memelintir informasi, atau memancing opini publik untuk kepentingan pribadinya atau kepentingan tertentu. Kita fokus sajalah bekerja, bukan fokus tampil untuk cari panggung,” tegas Jaya dengan nada penuh penekanan.

“Sampaikan saja kepada masyarakat Gunung Mas informasi yang sebenarnya, janganlah membuat narasi yang tidak meyejukkan suasana, jangan cari panggung,” seru Jaya menambahkan.

Jaya membeberkan, penurunan TKD bukan hanya terjadi di Gumas saja, tapi dialami hampir seluruh daerah di Indonesia. Namun demikian, Jaya memastikan Pemkab Gumas tetap berkomitmen menjaga stabilitas pembangunan, termasuk program-program pembangunan yang selama ini menjadi perhatian Pemkab Gumas, yakni infrastruktur, pendidikan dan sektor lainnya yang menyentuh kepentingan masyarakat Gumas.

Figur berlatar pengusaha itu mengungkapkan Pemkab Gumas tetap memperhatikan program yang benar-benar urgen untuk tetap berjalan, sementara kegiatan yang memang dapat ditunda akan diatur ulang tanpa mengganggu pelayanan masyarakat.

Jaya juga menyerukan semua pejabat OPD dan aparatur lainnya untuk tetap solid. Jangan memberi informasi setengah-setengah ke masyarakat jangan membuat opini negatif, dan jangan ada upaya mencari simpati dengan menjelekkan Pemkab Gumas.

“Ingat ya, situasi anggaran ini bukan untuk dimainkan,” ucapnya.

Mengakhiri perbincangan, Bupati yang dekat dengan pewarta itu menekankan bahwa dirinya terus memantau dinamika dan komentar publik di media sosial seperti Whatsapp Grup (WA), sekalipun tidak selalu ikut nimbrung dalam ruang-ruang diskusi.

“Ya memang saya jarang berkomentar di grup-grup WA, tapi bukan berarti saya tidak mengikuti perkembangan di grup WA yang ada. Jadi saya ingatkan sekali lagi, jangan ada yang mencoba memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadi,” tutup Jaya dengan nada tegas.(Nov/Aw)

image_print

Pos terkait