Bupati Gumas Jaya Samaya Monong.(Media Dayak/Novri J K H)
Kuala Kurun, Media Dayak
Di tengah ekspektasi publik yang kian menguat terhadap percepatan pembangunan, Bupati Gunung Mas (Gumas), Jaya Samaya Monong, melontarkan pernyataan tegas yang menyentil langsung arah prioritas kebijakan di daerah. Ia mempertanyakan secara terbuka, jika energi pemerintah daerah hanya dihabiskan untuk agenda blusukan. Berkeliling kecamatan dan desa demi memastikan kedisiplinan kepala sekolah dan guru, lalu kapan program pembangunan strategis benar-benar digerakkan secara masif?
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Di saat Gumas membutuhkan suntikan dana segar dan kehadiran investor untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, harapan masyarakat justru tertumpu pada percepatan realisasi Program Tambun Bungai sebagai motor utama pembangunan daerah, sementara kebutuhan akan lompatan pembangunan semakin mendesak.
Penegasan itu disampaikan Jaya dalam pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama serta kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gumas beberapa waktu lalu. Dalam forum resmi tersebut, Jaya tetap menaruh perhatian serius pada sektor pendidikan, terutama soal kedisiplinan.
Dengan nada keras dan tanpa kompromi, Jaya menegaskan bahwa kepala sekolah memegang peran kunci dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan. Ia mengingatkan agar tidak ada ruang bagi praktik pembiaran terhadap guru yang tidak disiplin.
“Jangan sampai ada permainan antara guru yang tidak disiplin dengan kepala sekolah. Kepala sekolah harus tegas,” tegas Jaya.
Tak berhenti di situ, Jaya juga menginstruksikan dinas dan badan terkait untuk bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menolak pendekatan setengah hati dalam pembenahan birokrasi pendidikan.
“Kalau tidak capai target, jangan dipertahankan. Ambil tindakan tegas, ajukan ke BKN untuk diganti,” pintanya tegas.
Pernyataan keras Jaya itu menjadi sinyal kuat bahwa sektor pendidikan akan dibenahi secara serius dan tanpa toleransi terhadap kinerja yang lemah. Namun di sisi lain, publik kini menanti konsistensi dan keberimbangan langkah pemerintah daerah, apakah penegakan disiplin kepapal sekolah dan guru ini akan berjalan beriringan dengan percepatan pembangunan strategis dan pembukaan kran investasi? atau justru menyita fokus di tengah kebutuhan mendesak akan pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif?(Nov/Aw)












