Bupati Gumas Jaya S Monong. (Media Dayak/Novri JK Handuran)
Kuala Kurun, Media Dayak
Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menjadi salah satu dari tiga Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang terpilih menjadi Pilot Project Program Sekolah Penggerak dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2021.
“Saya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menyambut baik dan mendukung program tersebut. Ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terhadap pendidikan di Kabupaten Gunung Mas. Terimakasih kita ucapkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ucap Jaya, Senin (18/1).
Jaya menjelaskan, melalui program sekolah penggerak, kepala sekolah dan guru pada sekolah PAUD, SD, SMP bahkan SMA / SMK di Gumas harus mengikuti kemajuan Pendidikan di era sekarang ini melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia kepala sekolah dan guru.
“Itu (peningkatan SDM kepala sekolah dan guru di Gumas) sebuah keniscayaan, dan program ini selaras dengan misi (Jaya – Efrensia) yang ada, yakni meningkatkan kualitas pembangunan sumber daya manusia. Tanpa SDM kepala sekolah dan guru yang unggul, mustahil SDM peserta didik yang unggul akan tercapai,” terang Bupati.
Jaya menegaskan, Kabupaten Gumas siap menjalankan program sekolah penggerak demi peningkatan kualitas pendidikan di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (Kadisdikpora) Gumas, Esra, menyatakan sekolah penggerak adalah sekolah yang dapat menggerakkan sekolah-sekolah lainnya.
“Sekolah penggerak bisa menjadi panutan, bisa menjadi tempat pelatihan dan juga inspirasi bagi kepala sekolah dan guru-guru lainnya,” kata Esra, Rabu (13/1) lalu.
Lanjut Esra, sekolah penggerak dicirikan sebagai sekolah yang memiliki kepala sekolah yang mengerti proses pembelajaran siswa, dan mampu mengembangkan guru – gurunya. Sekolah penggerak memiliki kepala sekolah dan guru yang berpihak pada peserta didik.
“Sekolah penggerak mampu menghasilkan profil siswa yang berakhlak mulia, independen dan mandiri. Sekolah penggerak memiliki kemampuan bernalar kritis, kreatif, gotong royong dan punya rasa kebinekaan dalam negara dan global,” tuturnya.
Melalui sekolah penggerak, Pemda (Pemerintah Daerah) di dorong melakukan reformasi bidang pendidikan, yakni peningkatan kualitas kepala sekolah dan guru – guru.
“Melalui sekolah penggerak, apa yang kita harapkan, yakni peserta didik yang berkualitas dapat terwujud. Kita (Pemda Gumas) berkomitmen melaksanakan program ini (sekolah penggerak) agar pendidikan di daerah ini dapat mengalami peningkatan kualitas,” ujar Esra. (Nov/Aw).













