Bupati Barito Utara H Nadalsyah didamplingi Kadis Pertanian Ir Setia Budi foto bersama peserta PEDA KTNA Barito Utara usai pembukaan PEDA KTNA XII di Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin kemarin.(Media Dayak: Diskominfosandi Barut)
Sampit, Media Dayak
Bupati Barito Utara (Barut), H Nadalsyah menghadiri pembukaan Pekan Daerah (PEDA) XII Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tahun 2019 yang dilaksanakan di Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang dimulai pada hari Senin, 8-13 Juli 2019.
Kegiatan PEDA KTNA XII ini dibuka Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), merupakan pertemuan seluruh petani dan nelayan andalan yang ada di seluruh Indonesia sejak tahun 1971. Kegiatan diawali dengan potong pantan dilanjutkan dengan panen jagung bersama Gubernur dan para bupati se Kalteng dan undangan lainnya.
Gubernur Kalteng H Sugianto Panala Putra dalam sambutannya mengatakan bahwa keberadaan KTNA sebagai mitra pemerintah diharapkan mampu menjadi pelopor dan motor penggerak dalam pembangunan pertanian di desa-desa.
Pada PEDA KTNA XII 2019 ini, Kabupaten Barito Utara ikut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan yang dilaksanakan. Bupati Barito Utara, H Nadalsyah menilai, kegiatan ini sangat baik untuk selalu digelar setiap tahunnya.
“Kelompok tani Barito Utara dapat belajar dan dapat melihat berbagai kemajuan-kemajuan yang telah dilaksanakan di kabupaten lain. Di samping mendapat pengetahuan dan pengalaman, tentunya kita juga ikut ambil bagian pada kegiatan pameran,” jelas H Nadalsyah.
Kabupaten Barito Utara memamerkan dan mensosialisasikan aktifitas dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan. “Semoga dengan mengikuti kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan, dan terpenting kita dapat memperoleh pengetahuan terhadap berbagai produk,” harap bupati yang akrab disapa H Koyem ini.
Selain itu, bupati Nadalsyah juga menjelaskan bahwa banyak permasalahan yang dihadapi di Kabupaten Barito Utara diantaranya keterbatasan tenaga penyuluh, masih banyak potensi persawahan yang belum teraliri oleh irigasi serta keterbatasan anggaran.(lna)











