Bupati Barito Utara Minta Para Kepala Desa Lebih Kreatif Dan Inovatif

JEMBATAN PANDRAN RAYA-Jembatan yang dibangun Pemdes Pandran Raya telah selesai dan dapat fungsional. Jembatan yang dibangun bersumber dari dana desa (DD) setempat.(fot/ist)

Muara Teweh, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Bupati Barito Utara (Barut), H Nadalsyah sangat memperhatikan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Barito Utara, terutama pembangunan jalan dan jembatan.

                Disela-sela kesibukan melaksanakan tugas luar daerah, dimana Bupati Barito Utara H Nadalsyah akan melaksanakan MoU dengan PT Indo Trans Konstruksi terkait pelaksanaan pekerjaan Jembatan Lemo Seberang, Bupati H Nadalsyah terus memantau perkembangan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Barito Utara.

                Bupati Barito Utara, H Nadalsyah sangat mengapresiasi Pemdes Pandran Raya Kecamatan Teweh Selatan yang telah selesai melakukan perbaikan dan pembangunan jembatan penghubung amtara RT 7, 8 dan 9 dengan RT 10 Desa Pandran Raya.

                Pelaksanaan pekerjaan seluruhnya bersumber dari Dana Desa (DD) dan partisipasi serta swadaya warga masyarakat Desa Pandran Raya serta bantuan dari Dinas PUPR Barito Utara yang menurunkan satu unit alat berat ekscavator PC 320 dan tim teknis bidang Bina Marga dan Alkal.

                Bupati Barito Utara  H Nadalsyah mengatakan bahwa pembangunan yang dilakukan oleh Pemdes Pandran Raya dapat dijadikan contoh bagi desa-desa lainnya. 

                “Saya mengharapkan para Kepala Desa di daerah ini mencontoh desa-desa yang membangun desanya secara kreatif dan inovatif demi kemajuan desa,” pinta Bupati H Nadalsyah.

                Tak lupa, Bupati yang akrab disapa H Koyem ini mengingatkan agar dalam pembangunan desa yang terpenting harus sesuai dengan peraturan yang berlaku.

                “Jangan juga membangun tanpa mentaati peraturan yang berlaku, harus sesuai dengan ketentuan yang ada,” kata bupati H Nadalsyah.

Sebelumnya Kepala Dinas PUPR Barito Utara M Iman Topik, Rabu (2/6/2021) mengatakan pihaknya bersama Kepala UPT Alkal dan Kepala Desa setempat memastikan mobilisasi alat berat excavator PC320 untuk menarik kayu log dan bahan material pembangunan jembatan Sei Pandran.

“Kita dari Dinas PUPR membawa alat berat, dan semua biaya untuk pembuatan jembatan itu semuanya berasal dari dana desa (DD) setempat,” kata Kadis PUPR M Iman Topik.

                Dikatakan Topik, untuk jembatan yang dibangun menggunakan kayu log yang disusun, dimana materialnya sudah ada disiapkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. “Jadi jembatan yang dibangun ini merupakan jembatan kayu bukan jembatan cor beton,” kata dia.

                Menurtnya, jembatan panjangnya sekitar 35 meter dan lebar sekitar 4 (empat) meter ini nantinya hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan kendaraan jenis pick up.(lna/Lsn)

 

 

 
 
image_print

Pos terkait