LEPAS JAMAAH HAJI-Pemkab Barito Utara menggelar syukuran dan doa bersama dalam rangka pelepasan jamaah calon haji tahun 1447 Hijriah tahun 2026 M di Rumah Jabatan Bupati, Kamis malam (30/4).(Media Dayak:Diskominfosandi)
Muara Teweh, Media dayak
Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar syukuran dan doa bersama dalam rangka pelepasan jamaah calon haji tahun 1447 H/2026 M di Rumah Jabatan Bupati, Kamis malam (30/4). Suasana khidmat menyelimuti acara yang dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta keluarga jamaah.
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, secara langsung menyampaikan ucapan selamat kepada para calon jamaah haji yang akan segera berangkat menuju tanah suci. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental selama menjalankan ibadah haji, mengingat cuaca ekstrem serta tingginya jumlah jamaah di Arab Saudi.
“Selamat kepada seluruh calon jamaah haji. Ulun berpesan agar seluruh jamaah senantiasa menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas haji, disiplin, dan saling tolong menolong selama pelaksanaan ibadah,” ujar H. Shalahuddin.
Ia juga mengingatkan agar para jamaah senantiasa menjaga nama baik daerah selama berada di tanah suci serta memanfaatkan setiap kesempatan ibadah dengan sebaik-baiknya.
Momentum pelepasan ini menjadi momen penuh haru dan kebanggaan, mengingat perjalanan haji merupakan panggilan suci yang dinantikan umat Muslim. Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh jamaah diberikan kelancaran, keselamatan, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta membawa keberkahan bagi daerah sekembalinya dari tanah suci.
Sementara Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Barito Utara, Alpiansah, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jemaah calon haji yang telah sampai pada tahap persiapan akhir keberangkatan.
“Alhamdulillah, seluruh tahapan persiapan telah kita laksanakan dengan baik. Kini Bapak dan Ibu tinggal menunggu waktu keberangkatan. Ini adalah momen yang patut disyukuri setelah penantian panjang, bahkan lebih dari 10 tahun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tahun 1447 H/2026 M, Kabupaten Barito Utara memberangkatkan sebanyak 113 jemaah yang terdiri dari 57 laki-laki dan 56 perempuan. Jumlah tersebut mengalami pengurangan sekitar 10 orang dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai kisaran 123 hingga 125 jemaah.
Menurutnya, pengurangan kuota tersebut merupakan dampak kebijakan percepatan masa tunggu yang diterapkan secara nasional, sehingga setiap kabupaten mengalami penyesuaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari sisi usia, jemaah termuda tahun ini berusia 21 tahun dan tertua 95 tahun. Ia menegaskan bahwa keberangkatan jemaah usia muda terjadi karena pelimpahan porsi dari anggota keluarga yang meninggal dunia atau sakit permanen, sesuai regulasi pemerintah.
Selain itu, pemerintah terus melakukan peningkatan pelayanan, termasuk distribusi kartu identitas jemaah sejak di bandara guna meminimalisir kendala teknis saat di Tanah Suci. Ke depan, pemerintah juga merencanakan pembangunan perkampungan haji untuk meningkatkan kenyamanan jemaah Indonesia.
Berdasarkan jadwal pemberangkatan, jemaah asal Kabupaten Barito Utara tahun ini tergabung dalam Kloter 7 Gelombang I, yang akan diterbangkan dari Embarkasi Banjarmasin langsung menuju Madinah Al-Munawwarah.(Lna/Aw)












