Bupati Barito Timur Minta Penyuluh Dampingi Petani

Ampera mengingatkan agar pembentukan kelompok tani bukan sekedar formalitas untuk mendapatkan bantuan, kemudian setelah itu dikuasai oleh ketua kelompok.(Media Dayak/Agustinus)

Tamiang Layang, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas mengharapkan kepada Penyuluh Pertanian yang ada di kabupaten Barito Timur untuk ikut mengubah pola pikir serta mencerdaskan petani sehingga mampu bersinergi dengan program pemerintah.

Demikian disampaikan Ampera dihadapan penyuluh pertanian se-kabupaten Barito Timur saat menghadiri acara silaturahmi dan pertemuan rutin anggota Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Barito Timur di aula Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Paku. Kamis, (19/12).

Menurut Ampera, dengan pola pikir yang maju dan cerdas, petani di Barito Timur dapat memanfaatkan setiap bantuan yang diberikan oleh pemerintah dengan baik untuk membuat pertanian di Kabupaten Barito Timur semakin berkembang.

“Ada yang dapat pupuk cair dan alat pertanian tapi tidak mengerti pakainya, ada juga yang dapat bantuan alat pertanian tapi cuma ditaruh di samping rumah, sayang itu sampai karatan padahal harganya mahal, karena bantuan gratis jadi seringkali kita tidak merasa bertanggung jawab,” kata Ampera.

Menurutnya, sejak dulu setiap tahun pemerintah selalu memiliki program bantuan bagi petani, baik itu anggaran dari pusat, provinsi maupun kabupaten. Karena itu dibutuhkan peran aktif dari penyuluh pertanian untuk mengelola bantuan-bantuan tersebut agar tepat sasaran.

“Jangan sampai setiap tahun ada kelompok tani baru yang dibentuk hanya untuk mendapatkan bantuan tapi kelompoknya tidak jalan,” imbuh Ampera

Dia juga mengingatkan, agar tidak terjadi kelompok yang sama selalu mendapatkan bantuan setiap tahun namun kelompok tersebut tidak mengalami perkembangan.

“Bantuan alat pertanian harusnya bersyarat, harus ada evaluasi, kalau kelompok itu sudah bubar atau tidak berjalan lagi berarti alat bisa dialihkan ke kelompok lain,” pintanya

Ampera mengingatkan agar pembentukan kelompok tani bukan sekedar formalitas untuk mendapatkan bantuan, kemudian setelah itu dikuasai oleh ketua kelompok.

“Itu sama saja kita memberi bantuan kepada pribadi bukan kelompok,” kata Ampera.

Pada kesempatan yang juga dihadiri Ketua DPD Perhiptani Barito Timur, Franky dan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Barito Timur Riza Rahmadi, dilakukan penyerahan sertifikat penilaian kelompok Tani, hadiah handsprayer untuk kelompok tani berprestasi serta dan perlengkapan microphone untuk penyuluh pertanian.

Anggota Perhiptani di kabupaten Barito Timur berjumlah 106 penyuluh yang tersebar di 10 kecamatan. (GUS)

 

image_print

Pos terkait