BI Kalteng Sosialisasi QRIS ke Pedagang Kuliner Palangka Raya

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando saat menyampaikan sambutan pada sosialisasi dan on board merchant kepada pedagang kuliner jalan Yos Sudarso dan jalan Garuda, kota Palangka Raya, Sabtu (14/03/2020).(Media Dayak/Asep) 

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah melakukan sosialisasi Quick Response (QR) Code Indonesian Standard (QRIS) kepada pedagang kuliner yang berjualan di jalan Yos Sudarso dan jalan Garuda, kota Palangka Raya, Sabtu (14/03/2020).

Selain melakukan sosialisasi, KPw BI Kalteng juga memfasilitasi peserta kegiatan tersebut untuk mendaftarkan merchant kepada Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) dari bank maupun non bank atau on board merchant.

Kepala KPw BI Kalteng, Rihando dalam sambutannya pada kegiatan tersebut mengatakan, QRIS merupakan  transaksi non tunai menggunakan telepon pintar, atau kerap disebut dompet digital, yang menyatukan semua aplikasi sistem pembayaran non tunai.

“Sebelum ada QRIS, pengguna aplikasi sistem pembayaran hanya bisa transaksi dengan penggguna aplikasi yang sama. Dengan adanya QRIS, pengguna aplikasi non tunai yang berbeda dapat melakukan transaksi,” katanya.

Rihando menjelaskan, QRIS tidak hanya dapat digunakan untuk transaksi jual beli. QRIS juga dapat digunakan untuk transaksi sosial, seperti sumbangan ke rumah ibadah maupun panti sosial yang menempelkan Code QRIS.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando foto bersama pengurus rumah ibadah penerima bantuan Program Sosial Bank Indonesia, Sabtu (14/03/2020). (Media Dayak/Asep)

“Menggunakan QRIS akan melindungi masyarakat dari uang palsu, uang lecek, kembalian yang tidak akurat, resiko kehilangan dan kecurian,” terang Rihando.

Kepala KPw BI Kalteng mengungkapkan, penggunaan QRIS juga dapat membantu mengurangi penyebaran virus Covid-19. Pasalnya, organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menyebutkan bahwa uang merupakan salah satu media yang mampu memungkinkan penyebaran Covid-19.

“Hari ini kita jawab dengan penggunaan non tunai atau meminimalisir penggunaan tunai untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Mari saling bantu untuk mengurangi atau tidak menggunakan uang tunai lagi,” ajak Rihando.

Di tempat yang sama, Ketua perkumpulan pedagang kuliner jalan Yos Sudarso, Menteng Aswin mengatakan, sosialisasi dan on board merchant sangat membantu  pengusaha kuliner.

Menteng Aswin mengungkapkan, pedagang terkadang tidak memiliki uang tunai kecil untuk kembalian, terkadang sampai harus menukarkan uang untuk kembalian dengan tukang parkir, sehingga pembeli menunggu cukup lama untuk mendapatkan kembalian.

“Proses transaksi menggunakan QRIS akan membuat waktu lebih singkat dan pembeli tidak perlu menunggu lama. Yang paling penting, transaksi akan tercatat sehingga tidak terjadi kesalahan dan mencegah terjadinya penggelapan oleh pegawai,” katanya.(aw)

image_print

Pos terkait