Kepala Kantor Perwakilan BI Kalteng, Rihando (kelima dari kanan) saat membuka Road to FESyar dan POSPEDA di Palangka Raya, Sabtu (31/8) malam.(Media Dayak/Ist)
Palangka Raya, Media Dayak
Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalteng menggelar road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2019 di Arena Utama Lantai Dasar Palangka Raya Mall (PALMA), Sabtu (31/8).
Kepala KPw BI Kalteng, Rihando dalam sambutannya pada kegiatan tersebut mengatakan, Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar) KTI merupakan kegiatan tahunan sebagai bagian dari Road to Indonesia Sharia Economic Forum (ISEF).
“FESyar KTI tahun 2019 mengusung tema “Pengembangan Ekonomi Regional Berbasis Ekonomi Syariah”. Pelaksanaan FESyar KTI Bank Indonesia akan diselenggarakan di Banjarmasin tanggal 12 – 14 September 2019,” katanya.
Adapun kegiatan FESyar tersebut akan diisi dengan Seminar Model Pemberdayaan Usaha Syariah, Edukasi Syariah, Business Matching, Expo Pelaku Usaha Syariah, Syariah dan Ekonomi Produktif.
Ada juga sejumlah lomba, yaitu: Lomba Tokoh Ekonomi Syariah, Lomba Pesantren Unggulan, Lomba ZISWAF Unggulan, Wirausaha Muda Syariah, Lomba Kesenian Daerah Islami, dan Lomba Nasyid.
Adapun Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren (POSPEDA) merupakan wahana untuk mewujudkan jati diri pondok pesantren yang sebenarnya yakni berlomba-lomba dalam kebaikan mengharap ridha Allah.
“Filosofi inilah yang mendorong santri berupaya untuk berprestasi dan berkreasi dalam olahraga dan seni dalam rangka turut mengharumkan nama bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.
Rihando menyatakan,upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tidak dapat dijalankan secara parsial. Sektor keuangan tidak dapat berkembang optimal tanpa pertumbuhan yang baik di sektor ekonomi.
Di era saat ini, sambungKepala KPw BI Kalteng ini, peran riset, asesmen dan edukasi menjadi bagian integral yang tidak dapat dipisahkan. Demikian juga, kerjasama yang erat antar institusi semakin dibutuhkan dalam menjalankan strategi dan program sehingga lebih efektif.
“Agar pengembangan ekonomi syariah dapat dilakukan serentak di seluruh Indonesia dan dapat mendukung kemajuan ekonomi nasional, Bank Indonesia secara rutin menyelenggarakan ISEF yang merupakan salah satu event ekonomi dan keuangan syariah terbesar dan terdepan di Indonesia yang mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan dengan perekonomian,” demikian Rihando mengakhiri.(aw)













