Anggota Komisi II DPRD Gumas Tuah D Tanggalong.(Media Dayak/Novri JKH)
Kuala Kurun, Media Dayak
Anggota Komisi II DPRD Gunung Mas (Gumas) Tuah D tanggalong mengatakan peningkatan ruas Jalan Tewah–Tumbang Miri oleh pemkab Gumas bukan sekadar pekerjaan infrastruktur biasa, melainkan investasi masa depan yang akan menggerakkan kembali denyut ekonomi masyarakat di wilayah zona tiga Kecamatan Tewah,Kahayan Hulu Utara (Kahut) Damang Batu dan Miri Manasa.
Tuah menilai peningkatan jalan Tewah-Tumbang Miri akan mampu membuka isolasi, mempercepat mobilitas, serta menurunkan biaya distribusi barang dan jasa.
“Saya berpandangan, setiap kilometer jalan yang diperbaiki akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Petani lebih mudah menjual hasil panen, akses pendidikan dan kesehatan semakin lancar, dan aktivitas perdagangan bergerak lebih cepat,” ujar Tuhan,Sabtu (15/11).
Wakil rakyat dapil Tiga wilayah Kecamatan Tewah,Kahayan Hulu Utara (Kahut) Damang Batu dan Miri Manasa itu menuturkan,pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya dimaknai sebagai proyek fisik,tapi harus dilihat sebagai pengungkit besar kemajuan daerah.
“Anda tahu, ruas Jalan Tewah–Tumbang Miri itu memiliki nilai strategis karena menghubungkan pusat kecamatan, desa-desa produktif, hingga kawasan perkebunan dan pertanian masyarakat,”ucap Tuah.
Legislator Golkar itu berharap, kualitas pekerjaan peningkatan jalan Tewah-Tumbang miri dapat sesuai standar,supaya manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Begini ya, Jika aksesnya bagus, maka ekonomi akan bergerak. Tatkala ekonomi bergerak, maka kesejahteraan Masyarakat akan naik. Inilah yang kita dorong,”pungkas Tuah.
Diwartakan sebelumnya,Bupati Gumas Jaya Samaya Monong ditengah kesibukannya, menyempatkan diri turun langsung ke lapangan untuk memantau progres (kemajuan) peningkatan ruas Jalan Tewah-Tumbang Miri,Jumat (14/11) sore.
Jaya yang didampingi Kabid Bina Marga DPU Gumas Bambang Jaya memantau progres peningkatan jalan di segmen 7 Desa Batu Nyiwuh-Sei Riang,serta segmen 12 CTB ( Cement Treated Base ).
CTB sendiri berfungsi untuk menciptakan fondasi yang kuat, tahan lama, dan stabil, meningkatkan kapasitas struktural jalan untuk menahan beban lalu lintas yang berat dan mengurangi masalah deformasi seperti keretakan.
Jaya menjelaskan peninjauan yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari peninjauan sebelumnya yakni persiapan pengaspalan Tewah-Batu Nyiwuh-Sei Riang.
“Puji Tuhan, sudah dilaksanakan pengaspalan dan saat ini sudah on progress ( sedang dalam proses pengerjaan pengaspalan),dan hari ini saya meninjau kemajuan pekerjaannya,dan puji Tuhan,ruas jalan Tewah-Batu Nyiwuh sudah selesai diaspal untuk beberapa segmen,karena tidak semua ya (diaspal).Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran pekerjaan ini,utamanya masyarakat yang sama -sama kita mendukung untuk proses pengaspalan jalan ini,”tutur Jaya.
Jaya menyampaikan tidak semua segmen diaspal,karena menyesuaikan dengan kemampuan anggaran,bahkan ada segmen yang dilakukan penambahan agregat.
Ditempat yang sama,Sekretaris DPU sekaligus Kabid Bina Marga DPU Gumas Bambang Jaya menerangkan ruas jalan Tewah-Batu Nyiwuh dengan Panjang kurang lebih 17 kilometer (Km), terdiri dari beberapa segmen, dan hanya 1,7 Km yang sudah diaspal.
“Ini segmen 7 Batu Nyiwuh-Sei Riang,dan di ruas jalan ini ada sampai 17 segmen.Kenapa dibuat segmen? Karena kita hanya menangani titik-titik yang kita anggap kerusakannya parah, dan ruas jalan ini ini total anggarannya Rp 24 miliar lebih, dan yang akan dilakukan pengaspalan sepanjangnya 4,7 kilometer,”terang Bambang.
“Dengan pengaspalan Tewah-Tumbang Miri yang dilakukan per segmen, kita harapkan arus transportasi orang dan barang bisa lumayan lancar,”ujar Bambang.
Menyoal target penyelesaian pekerjaan pengasapalan Tewah-Tumbang Miri, Bambang menyatakan target diharapkan selesai pertengahan Desember 2025.
“Mohon dukungan doanya, semoga target itu bisa tercapai,”ucapnya.
Ditanya apakah kegiatan pengaspalan tahun 2026 akan dilanjutkan. Bambang menjawab, harapannya dilanjutkan,namun yang paling menentukan adalah bagaimana ketersediaan anggaran kita.
Menutup wawancara,Jaya menegaskan, ruas jalan Tewah-Tumbang Miri sangat vital.Mobilitas ekonomi masyarakat, distribusi barang, sampai pelayanan publik sangat bergantung pada jalur ini.
“Saya ingin memastikan progresnya benar-benar sesuai harapan,”tutup Jaya.(Nov/Aw)









