500 Ekor Kerbau Di Barito Timur Wajib Bunting

FOTO BERSAMA – Kadis Pertanian Barito Timur (Bartim), Riza Rahmadi (topi merah), foto bersama warga Desa Juru Banu Kecamatan Paju Epat usai sosialisasi program Upsus Siwab dan pelaksanaan inseminasi Buatan (IB). (ist)

Bacaan Lainnya

Tamiang Layang,Media Dayak

 Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Pertanian setempat menargetkan 500 ekor kerbau wajib bunting sebagai upaya mendukung program swasembada daging.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Timur, Riza Rahmadi di Tamiang Layang mengatakan, populasi kerbau di Desa Juru Banu dan Tampu Langi, Kecamatan Paju Epat diprogramkan sebagai ternak besar yang wajib bunting dengan pola inseminasi buatan.

“Kami sudah mensosialisasikan sekaligus melakukan penyuluhan kepada masyarakat di Desa Juru Banu dan Tampu Langit, agar ternak besar seperti sapi dan kerbau indukan wajib bunting,”kata Riza, belum lama ini, di Tamiang Layang. 

Setelah dilakukan upaya pembuntingan melalui inseminasi buatan, Pemkab Bartim akan  melanjutkan dengan penyuntikan hormon untuk meningkatkan birahi. Penyuntikan dilakukan saat hewan melalui kandang jepit. Setelah terjadi perubahan perilaku, maka indukan kerbau siap dilakukan Inseminasi Buatan (IB).

Data hewan ternak besar di Barito Timur saat berkisar 850 ekor yang terdiri dari 500 ekor kerbau dan 350 ekor sapi. Dari target 500 ekor kerbau diharapkan mampu meningkatkan hingga 80 persen dari target. 

“Mudah-mudahan bisa meningkatkan populasi hewan ternak besar dengan capaian 80 persen,”kata Riza.

Selain mendukung Upaya Khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab), Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Pertanian setempat juga mendorong Upsus padi, jangung dan kedelai (Pajale).

Salah satu hasil panen jagung varietas NK 212 sebanyak 10,8 ton pipilan jagung kering. Dari ubinan bersama Badan Pusat Statistik Kabupaten Barito Timur tercatat 9,4 ton jagung per hektar dari lahan seluas 1,5 hektar dari kelompok tani di Desa Sibung, Kecamatan Raren Batuah yang melibatkan penyuluh dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Kodim 1012 Buntok.

Kolaborasi antara petugas penyuluh dan Babinsa diharapkan mampu memberikan pendampingan kepada petani dalam menanam ketiga sumber makanan pokok tersebut.

“Jadi, kami terus mengupayakan untuk mendukung swasembada pangan dan daging sesuai Upsus Siwab dan Upsus Pajale,”pungkas Riza. (Ant)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *