Kalteng Gelar Rakor Penanggulangan Kemiskinan

Kalteng Gelar Rakor Penanggulangan Kemiskinan Peserta Rapat Koordinasi penanggulangan kemiskinan Provinsi Kalteng Tahun 2019 menyanyikan lagu Indonesia Raya di aula Bappeda litbang, Selasa (9/7). (Media Dayak/Yanting)

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

    Pemerintah provinsi Kalimantan Tengah menggelar rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan Provinsi Kalteng Tahun 2019 di Aula Bappedalitbang Kalteng, Selasa (9/7).

Gubernur provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng menyebut karakteristik Kemiskinan yang masih ada terjadi di Indonesia adalah masih tingginya jumlah penduduk miskin, adanya ketimpangan kemiskinan antar wilayah, dan masih terkendalanya akses dan kualitas pelayanan dasar penduduk miskin.

Diungkapkan daIam upaya penanggulangan kemiskinan tersebut banyak kebijakan dan program nasional dan daerah yang telah dilaksanakan, antara lain adanya kebijakan subsidi pemerintah yang dinilai dapat meringankan beban masyarakat akan kebutuhan dasarnya yaitu melalui program perlindungan sosial.

“Program Beras Sejahtera (Rastera). Bantuan Siswa Miskin (BSM) atau Kartu Indonesia Pintar (KIP), Jamkesmas atau Kartu Indonesia Sehat (KIS), Jamkesda yang dialokasikan di setlap Kabupaten/Kota, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Beasiswa Kalteng Berkah, semua program pemberdayaan masyarakat miskin ini ditujukan untuk menekan angka kemiskinan,” ujarnya.

Dijelaskan, rakor tersebut merupakan pelaksanaan dari amanat Pasal 25 ayat (1) Permendagri Nomor 42 Tahun 2010 berbunyi bahwa Rapat Koordinasi TKPK dilaksanakan paling sedikit 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) tahun atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.

“Dengan demikian melalui urgensi rakor hari ini diminta kepada kita khususnya Kabupaten/Kota masing-masing untuk menyampaikan strategi percepatan penanggulangan kemiskinan dan program yang telah disusun. Strategi yang dnmaksudkan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin dan mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan,” terang Wagub.

Sedangkan program yang disusun bertujuan untuk melakukan pemenuhan hak dasar, pengurangan beban hidup dan perbaikan kualitas hidup masyarakat yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan memperkuat kapasitas masyarakat miskin. 

Diungkapkan, berdasarkan data statistik, bahwa tingkat kemiskinan di Kalteng cenderung terus menurun. Hal tersebut didapat dari data tingkat kemiskinan pada bulan September 2018. Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Provinsi Kalteng mencapai 136.446 orang (5.10 persen), berkurang 1.438 orang dibandingkan dengan kondisi September 2017 yang sebesar 137.884 orang (5,37 persen). 

Lebih lanjut Wagub menyampaikan, untuk mewujudkan dan mencapai target penurunan tingkat kemiskinan di daerah ini,  pihaknya menyebut dibutuhkan komitmen bersama dan kerja keras berbagai pihak terkait.

“Upaya-upaya yang telah dan akan kita lakukan antara lain adalah dengan mensinergikan semua program-program dari pusat dan daerah disamping sinergitas antar sektor pembangunan yang ada, termasuk upaya-upaya percepatan penyerapan dana pembangunan,” tegasnya.

Diharapkan, dengan semakin tingginya sinergi dan harmonisasi antara pemerintah pusat dan daerah serta dengan sektor swasta dan masyarakat, maka pada tahun mendatang niscaya perekonomian Kalteng akan menunjukkan capaian yang semakin baik. 

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kalteng, Yuren S Bahat menambahkan, bahwa penanggulangan kemiskinan harus dilakukan melalui sinergi yang kuat antarpemangku kepentingan.

Yuren mengakui, bahwa angka kemiskinan di Kalteng selama tiga tahun terakhir cenderung mengalami penurunan. Kendati demikian, dirinya mengharapkan anggaran dari pemerintah pusat yang berkaitan dengan upaya penanggulangan ini bisa lebih besar lagi dikucurkan.

“Memang selama tiga tahun angka kemiskinan turun. Tapi semua pihak tatap dituntut tetap mengkoordinasikan program yang sudah diagendakan. Tentu semuanya akan dibahas, dan  tindak lanjutnya disampaikan ke pusat,” bebernya.(YM)

image_print

Pos terkait