2.000 Rapid Test Disiapkan Pemprov Untuk Kotim

Ketua Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kalteng, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, menyambangi Tenaga Medis yang akan melakukan rapid test massal di pusat perbelanjaan Mentaya Sampit, Selasa (2/6). (Media Dayak /Yanting)

Sampit, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Ketua Gugus Tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran telah menginstruksikan pembelian 10 ribu alat rapid test (tes cepat) dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Tambun Bungai.

Sebagai tindak lanjut dari pembelian alat rapid test tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) kembali melakukan pemeriksaan kesehatan massal. Kegiatan rapid test massal yang dilakukan Pemprov Kalteng bekerjasama dengan Polda Kalteng dan Korem 102/Panju Panjung, Kejati Kalteng kali ini, di laksanakan di pusat perbelanjaan Mentaya Sampit, dan pusat perbelanjaan Samuda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran mengungkapkan, rapid test masaal ini untuk mencari sumber penyakit dimana sumbernya penyebaran Covid-19 di wilayah ini.

“Salah satunya di Kotim, ya kita lakukan rapid test massal ini. Kami datang membawa 2.000 rapid test, jika memang diperlukan kita dari Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19, Kalteng siap melakukan, dua sampai dengan tiga hari untuk melacak sumber Covid-19 di daerah ini,” jelas Gubernur di pusat perbelanjaan Mentaya, Sampit Kotim, Selasa (2/6).

Gubernur meminta masyarakat setempat untuk meningkatkan disiplin diri dalam menghadapi keh weidupan normal baru, dimana masyarakat diminta akan membiasakan diri dengan hidup bersih dan menjaga jarak serta ikuti protokol covid-19 yang dianjurkan Pemerintah pusat maupun daerah.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk bisa bekerjasama dengan Pemerintah agar Anggaran yang dikeluarkan untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 tidak sia-sia.

“Kalau Bapak/Ibu tidak disiplin, sayang anggaran yang dikeluarkan Pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Kita di Kalteng telah menyiapkan dana kurang lebih Rp 1, 4 T, dari APBD Rp 500 miliar dan anggaran refocusing Kabupaten/Kota berjumlah 900 miliar,” jelas Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur meminta, Pemerintah Daerah untuk mempersiapkan karantina untuk masyarakat yang reaktif dari hasil rapid test yang dilaksanakan di Kotim.

“Kita tidak ingin masyarakat yang telah dinyatakan reaktif kembali berkeliaran di tengah masyarakat, jadi kita minta Pemda daerah ini langsung ambil tindakan karantina untuk warga yang hasil rapid testnya reaktif, setelah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab,”kata Gubernur. (YM)

image_print

Pos terkait