Anggota DPRD Provinsi Kalteng Lohing Simon. (Media Dayak/DPRD Kalteng)
Palangka Raya, Media Dayak
Jalan rusak yang masih banyak ditemui di berbagai daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi keluhan warga sekaligus perhatian serius bagi Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Lohing Simon. Ia berharap pemerintah pusat lebih peduli dan tidak menutup mata terhadap kondisi infrastruktur di Bumi Tambun Bungai.
Menurut Lohing, banyak ruas jalan di Kalteng sebenarnya berstatus jalan negara. Artinya, tanggung jawab perbaikannya berada di tangan pemerintah pusat, bukan hanya pemerintah daerah.
“Jalan negara itu sepenuhnya dibiayai pusat. Kalau anggarannya dikurangi, otomatis perbaikan di lapangan juga terhambat,” ujarnya, Sabtu (8/11).
Ia menyebut, beberapa tahun terakhir dana dari pusat untuk perbaikan jalan di Kalteng menurun drastis. Jika dulu mencapai sekitar Rp1 triliun per tahun, kini jumlahnya bahkan tak sampai sepertiganya.
“Dengan wilayah seluas Kalteng dan ribuan kilometer jalan yang harus dirawat, dana sebesar itu jelas tidak cukup. Akibatnya, banyak ruas yang rusak dibiarkan begitu saja,” ungkapnya prihatin.
Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, medan Kalteng yang berat membuat pembangunan jalan tidak semudah di daerah lain. Tanah gambut, curah hujan tinggi, serta sulitnya akses ke daerah pedalaman membuat biaya pembangunan dan perawatan jauh lebih besar.
“Karakteristik wilayah kita unik, jadi seharusnya mendapat perhatian khusus dari pusat. Kalau dana justru berkurang, bagaimana kita bisa mengejar ketertinggalan?” tegasnya.
Untuk itu, Komisi IV DPRD Kalteng berencana berkoordinasi dengan Balai PUPR dan Pemerintah Provinsi agar aspirasi masyarakat bisa disampaikan langsung ke Kementerian PUPR.
Lohing menegaskan, pihaknya akan terus memperjuangkan agar Kalteng mendapat porsi anggaran yang lebih layak. “Jalan adalah urat nadi ekonomi. Kalau rusak, warga sulit beraktivitas, hasil bumi tak bisa dijual, dan harga kebutuhan jadi mahal. Ini menyangkut kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Ia menegaskan DPRD Kalteng akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah nyata dari pemerintah pusat. Lohing berharap, dengan dukungan yang lebih besar, pembangunan jalan di Kalteng dapat semakin merata sehingga masyarakat di pelosok tidak lagi merasa terisolasi.(YM/AW)








