SEKDA BARITO UTARA-Sekda Barito Utara, Drs Muhlis sampaikan kata pengantar pada rapat koordinasi dan Sinkronisasi TJSL Perusahaan di wilayah Kabupaten Barito Utara serta Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Rabu (12/11).(Media Dayak:ist)
Muara Teweh, Media Dayak
Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara, Drs Muhlis menyampaikan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini tengah menghadapi tantangan serius akibat adanya pemangkasan dana transfer dari pusat.
“Perlu kami sampaikan bahwa APBD Barito Utara terpangkas kurang lebih Rp1,2 miliar akibat penurunan dana transfer daerah. Hal ini tentu berpengaruh terhadap pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan,” kata Sekda Barito Utara Muhlis pada Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinkronisasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan di wilayah Kabupaten Barito Utara serta Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Rabu (12/11).
Dikatakan Muhlis kegiatan rakor ini digelar atas arahan Bupati Barito Utara setelah mendapat persetujuan dari Gubernur Kalimantan Tengah, dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha guna meningkatkan kontribusi sektor swasta terhadap pembangunan daerah.
Meski demikian, Sekda Muhlis menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Utara masih berupaya menjaga stabilitas pelaksanaan program daerah. “Alhamdulillah, Barito Utara masih dalam posisi yang relatif lebih baik dibandingkan sejumlah daerah lain. Namun memang sektor infrastruktur menjadi yang paling terdampak. Berkat perjuangan Bapak Bupati, beberapa program di tingkat nasional masih dapat kita dorong untuk terealisasi di APBD 2026 mendatang,” lanjutnya.
Sekda juga menekankan pentingnya keterlibatan dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah melalui program TJSL serta kontribusi terhadap peningkatan PAD. “Peran dunia usaha sangat diharapkan. Karena itu, melalui rakor ini, kita ingin menyamakan persepsi mengenai tanggung jawab daerah dan tanggung jawab perusahaan agar pelaksanaannya bisa lebih efektif dan berkelanjutan,” kata Muhlis.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Muhlis juga melakukan pengecekan kehadiran perwakilan dunia usaha, baik dari sektor perbankan maupun perusahaan tambang dan perkebunan yang berinvestasi di Barito Utara.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Barito Utara, unsur Forkopimda, para Kepala Perangkat Daerah, Camat se-Kabupaten Barito Utara, pimpinan instansi vertikal, pimpinan perusahaan, perbankan, serta para tokoh masyarakat, adat, agama, dan pemuda.
Rakor ini diharapkan dapat menghasilkan kesepahaman bersama antara pemerintah daerah dan dunia usaha untuk memperkuat komitmen terhadap tanggung jawab sosial perusahaan serta mendukung optimalisasi pendapatan asli daerah demi kemajuan Barito Utara.(lna/Aw)









