SAMBUT KADISDIK-Kadis Pendidikan H Ardian disambut dengan acara adat Lawang Sekepeng dan tarian Giring-giring yang dipersembahkan putra-putri SDN 1 Trahean,. Kamis (16/3/2023).(Media Dayak:Lana)
Muara Teweh, Media Dayak
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Trahean Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara (Barut), salah satu sekolah penggerak melaksanakan kegiatan gelar karya dan pentas seni di desa setempat, Kamis (16/3).
Dalam kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara H Ardian didamping Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) HM Monte, Kades Trahean dan undangan lainnya.
Rombongan Kadis Pendidikan H Ardian disambut langsung Kepala Sekolah SDN 1 Trahean Suyut Spd diiringi acara adat Lawang Sekepeng dan tarian Giring-giring yang dipersembahkan putra-putri SDN-1 Trahean.
“P-tama kami mengucapkan terima kasih kepada SDN 1 Trahean yang sudah mempersiapkan diri serta menerterjun diri untuk sekolah penggerak. Dan kami berharap ini bisa untuk menjadi contoh bagi sekolah-sekolah non penggerak yang lain. Mari bersama-sama maju dengan sekolah penggerak yang ada di Kabupaten Barito Utara,” kata Ardian memulai sambutan awalnya.
Dikatakan Ardian, dilihat dari perkembangan sekolah penggerak melalui komonitas grup yang ada, kami sangat mengacung jempol apa yang sudah diberikan. “Seperti yang baru kita lihat pada pentas seni ini, bahwa menandakan mereka benar-benar sudah mempersiapkan diri untuk menjadi sekolah penggerak,” imbuhnya.
Kadis Pendidikan ini juga meminta kepada para pendidik untuk dapat menggali bakat, potensi siswa-siswi yang ada di Kecamatan Teweh Selatan. “Galilah potensi mereka, apa yang mereka inginkan, didiklah mereka untuk menjadi orang-orang hebat kedepannya,” ungkapnya.
Sementara Kepala Sekolah SDN 1 Trahean Suyut Spd mengatakan dari tahun sebelumnya sudah disampaikan dan mensosialisasikan kepada pihak orang tua wali murid yang telah mendukung demi mewujudkan program sekolah penggerak.
Dikatakannya dengan program yang telah di keluarkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, SDN 1 Trahean berupaya sekeras mungkin untuk melaksanakan program-program sekolah penggerak.
“Adapun interpensi itu tersebut yaitu, adanya pendampingan yang konsutatif dan asimetris, penguatan SDM sekolah dan pembelajaran paradikma baru dengan perencanaan berbasis data dan digitalisasi sekolah,” ucap Kepsek SDN I Trahean Suyut.
Ia mengungkapkan, walaupun program tersebut dilaksanakan belum maksimal, akan tetapi berkat dukungan orang tua wali murid hal ini bisa terlaksana dengan baik.
Selain itu juga katanya, dalam rangka pemulihan pembelajaran dan pendidikan di Indonesia, Kemendikbudristek meluncurkan merdeka belajar, episode ke 15, Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan Platform Merdeka Mengajar (PMM).
“Hal ini bisa di mamfaatkan oleh tenaga pengajar yang belum melaksanakan IKM nantinya bisa berkolaborasi dengan sekolah penggerak,” imbuhnya.
Oleh karena itu ujar Suyut, sekolah- sekolah terdekat di SDN 1 Trahean, terutama di Kecamatan Teweh Selatan dapat nantinya bisa bekerja sama. “Seperti apa kurikulum merdeka dan seperti apa PMM yang telah di luncurkan oleh Kemendikbudristek,” ucapnya.
Ditambahkannya, program-program yang telah di luncurkan Kemendikbudristek diantaranya episode 7, episode 15 dan episode 19 erat kaitannya dengan sekolah penggerak dan guru-guru penggerak.
“Untuk itu, saat inilah untuk kita berubah dan mengajak bapak dan ibu guru, mari kita menyesuaikan diri dengan kurikulum merdeka yang ada,” tukasnya.(Lna/Aw)












