Positif COVID-19 Barito Timur Bertambah 11 Kasus

Infografis COVID-19 Kabupaten Barito Timur, Minggu, 20 Februari 2022 kemarin

Tamiang Layang, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kasus konfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Barito Timur (Bartim) meningkat cepat dalam beberapa hari terakhir. Bahkan pada hari ini, Minggu (20/02), terjadi pertambahan 11 kasus baru.

“Konfirmasi positif yang baru berasal dari Kecamatan Benua Lima 9 kasus, Pematang Karau 1 kasus dan Kecamatan Dusun Timur 1 kasus,”ungkap Ketua Bidang Komunikasi Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Barito Timur, Dwi Aryanto melalui pesan tertulis.

Selain itu, pada hari yang sama terdapat 6 orang pasien yang dinyatakan sembuh. Pasien tersebut berasal dari Kecamatan Dusun Tengah 4 orang dan Kecamatan Dusun Timur 2 orang.

Menurut Dwi, akumulasi konfirmasi positif covid-19 Barito Timur saat ini berjumlah 2.139 kasus. Rinciannya 2.063 orang telah sembuh, 47 orang meninggal serta 29 orang masih dalam perawatan.

Sebaran pasien yang masih dirawat yakni dari Kecamatan Benua Lima 12 orang, Dusun Timur 9 orang, Pematang Karau 3 orang, Patangkep Tutui 2 orang, Karusen Janang 1 orang, Dusun Tengah 1 orang dan Kecamatan Paku 1 orang.

Kasus positif COVID-19 yang meningkat cepat dalam beberapa hari terakhir diduga berasal dari varian Omicron.

“Kalau untuk memastikan apakah itu varian omicron atau bukan kita harus ada pemeriksaan lebih jauh. Saat ini Dinas Kesehatan Provinsi juga belum memiliki fasilitas untuk itu, cuma perkiraan karena cepat sekali peningkatan kasus kemungkinan besar ini varian Omicron,”ungkap Ketua Bidang Penanganan Satgas Penanganan COVID-19 Barito Timur Jimmi WS Hutagalung.

Seperti umumnya gejala yang ditimbulkan varian Omicron, rata-rata warga yang terpapar juga tidak menunjukkan gejala yang berat dibanding saat terpapar varian Delta yang disertai sesak nafas dan kehilangan penciuman maupun rasa pada lidah.

Jimmi menambahkan, gejala pada pasien yang terinfeksi varian Omicron ini lebih ringan seperti batuk, demam, pilek atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan dan cepat lelah, seperti penyakit infeksi saluran pernapasan.

“Yang terpapar varian Omicron bisa saja dia tidak demam tapi dia batuk, dan itu dia tidak hilang rasa dan penciuman,”jelasnya. (TL/RFH)

image_print

Pos terkait