Foto. Asisten I Setda Gumas Lurand (tengah) didampingi Kapala Bappedalitbang Yantrio Aulia, narasumber M S Siddiq, dari Sekretaris Nasional Jaringan Intelektual Muda Kalimantan, membuka Seminar Awal Penyusunan Kajian Pengembangan UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif di Aula Bappedalitbang, Rabu (14/6). (Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Usaha mikro kecil menengah (UMKM) mempunyai peranan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. UMKM berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Pernyataan itu disampaikan Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Gunung Mas (Gumas) Lurand pada sambutan Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Richard pada Seminar Awal Penyusunan Kajian Pengembangan UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif di Aula Bappedalitbang, Rabu (14/6).
“UMKM juga berperan dalam pendistribusian hasil pembangunan,” ujar Lurand.
“Keberadaan sektor UMKM bukan hanya dianggap sebagai tempat penampung sementara hasil para pekerja yang belum masuk ke sektor forman, tapi juga sebagai motor pertumbuhan aktivitas eknomi. Hal ini dikarenakan jumlah penyerapan tenaga kerja yang demikian besar,” sambungnya.
Tentang industri kreatif, mantan Camat Kurun itu menjelaskan, industri kreatif perlu dikembangkan di indonesia, karena memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi negara dan daerah.
Industri kreatif memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, seperti peningkatan lapangan pekerjaan, peningkatan ekspor, dan sumbangan terhadap PDB.
Industri kreatif juga menciptakan iklim bisnis positif yang berdampak pada sektor lain, serta membangun citra dan identitas bangsa seperti turisme, ikon nasional, membangun budaya, warisan budaya, dan nilai lokal.
Industri kreatif berbasis kepada sumber daya alam yang terbarukan, seperti ilmu pengetahuan dan peningkatan kreatifitas.
Menciptakan inovasi dan kreativitas yang merupakan keunggulan kompetitif suatu bangsa, serta memberikan dampak sosial yang positif seperti peningkatan kualitas hidup dan toleransi sosial.
Dia juga memaparkan permasalahan yang dihadapi UMKM. Dengan permaslahan itu, pengembangan UMKM berbasis ekonomi kreatif perlu mendapat perhatian yang besar dari pemerintah atau dinas terkait maupun masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku usaha lainnya.
Kepala Bappedalitbang Yantrio Aulia menyatakan, melalui Kajian Pengembangan UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif Kabupaten Gumas, diharapkan dapat mengembangkan sumber daya manusia yang berbekal pada ilmu pengetahuan, kreativitas serta inovasi dan mampu mengembangkan lapangan pekerjaan.
“UMKM kreatif diharapkan dapat memberikam image positif tentang ciri khas suatu daerah di Kabupaten Gunung Mas,”katanya.
Narasumber M S Siddiq, dari Sekretaris Nasional Jaringan Intelektual Muda Kalimantan, dan dihadiri beberapa kepala perangkat daerah dan pejabat eselon tiga. (Nov)












