Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Katingan Rentas SH saat membuka acara pembentukan Forum Puspa Kabupaten Katingan, Senin pagi (12/4/2022) tadi, di aula dinas P3AP2KB setempat. (Media Dayak/Ist)
Kasongan, Media Dayak
Peran media sangat penting dalam Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Kabupaten Katingan. Demikian yang dikatakan kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provensi Kalimantan Tengah (Kalteng) dr Ryan Tangkudung, dalam sambutannya pada acara pembentukan forum.Puspa Kabupaten Katingan priode 2021-2023 Senin pagi (12/4/2022), di aula Dinas P3AP2KB Kabupaten Katingan.
Karena, hampir semua kegiatan terkait Puspa tidak terlepas dari pemberitaan, baik melalui media cetak, visual, elektronik maupun berita online. Bahkan, saat ini ada pula di media sosial (medsos). “Sehingga, dampaknya bisa juga mengalihkan maindzet yang positif bagi masyarakat, bukan saja yang berada di perkotaan, tapi juga sampai ke pelosok desa,” terangnya.
Contohnya menurutnya, Puspa menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan pernikahan anak di bawah umur, disertai dengan dampak negatifnya. “Meskipun kegiatannya digelar di Kasongan, namun lantaran kegiatan tersebut diliput dan dimediakan oleh awak media, sehingga sosialisasi yang berisi pengetahuan yang positif itu tersebar dan dibaca oleh sebagian besar masyarakat hingga ke pelosok desa,” jelasnya,” seraya berterimakasih tak terhingga kepada media yang bersedia untuk meliput dan menyebarkan informasi tentang fungsi Puspa dimaksud.
Terkait dengan kegiatan tersebut menurutnya, bertujuan untuk mendorong masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, menciptakan kondisi masyarakat yang peduli terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta mempercepat pelaksanaan pemberdayaan.
Hal ini, lanjutnya, erat hubungannya dengan 5 Program prioritas perempuan dan anak arahan Presiden RI Jokowidodo, yaitu peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak, dan pencegahan perkawinan anak.
Selanjutnya dia juga menyampaikan pentingnya dibentuk Forum Puspa dimaksud, yakni sebagai wadah tempat berkumpulnya berbagai lapisan masyarakat yang terdiri dari berbagai elemen partisipasi publik yaitu organisasi profesi, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, akademisi/lembaga riset, dunia usaha dan media.
Sementara, manfaat dari Forum Puspa bagi masyarakat, dapat meningkatkan jejaring dan kerjasama diantara berbagai lembaga masyarakat untuk pemberdyaan perempuan dan perlindungan anak. “Sedangkan Bagi Pemerintah Daerah, dapat membangun kemitraan antar pemerintah daerah dan lembaga masyarakat untuk mempercepat penyelesaikan masalah pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak,” tandasnya. Terpilih secara aklami, sebagai ketua Forum Puspa Kabupaten Katingan Winda Natalia, sekretaris Nonny. (Kas/Lsn)













