Pemkab Gelar Forkor TJSLP

 
Plt Asisten I Setda Katingan, Deddy Ferras saat membuka kegiatan tersebut, di aula Kantor Bappelitbang setempat belum lama ini.(Media Dayak/ Ist)
 
Kasongan, Media Dayak 
 
 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan gelar Forum Koordinasi (Forkor) pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) di aula kantor Bappelitbang Kabupaten Katingan, yang dibuka secara resmi oleh Plt Asisten I Deddy Ferras, belum lama ini.
 
Plt Asisten I Deddy Ferras dalam sambutannya mengatakan Forkor ini mempertemukan semua Stakeholder yang ada, baik Pemerintah Daerah, Perusahaan maupun perwakilan masyarakat sehingga dapat terjalinnya koodinasi yang baik dan menciptakan sinergisitas dalam menjalankan tanggung jawab sosial  lingkungan perusahaan di Kabupaten Katingan.
 
Disebutkan, potensi TJSLP yang dimiliki Kabupaten Katingan ada 31 perusahaan besar perkebunan, 13 perusahaan sektor kehutanan, 20 perusahaan sektor pertambangan, dan juga banyak perusahaan yang bergerak dalam sektor perdagangan serta jasa.
 
Potensi itu, lanjut dia, masih belum optimal karena sifatnya lebih kepada menunggu proposal yang masuk, serta masih terdapat tumpang tindih kegiatan dengan program pembangunan yang disusun oleh Pemerintah Kabupaten, hingga untuk mewujudkan optimalisasi pelaksanaan TJSLP di Kabupaten Katingan dibutuhkan suatu wadah koordinasi untuk menyusun perencanaan dab pelaksanaan TJSLP di Kabupaten Katingan.
 
Ditekankan, agar dapat tercapainya Pembangunan Daerah yang baik tidak lepas dari dukungan semua Stakeholder yang ada, dan juga guna mengoptimalkan peranan program TJSLP dalam mendukung pembangunan daerah, perlu melakukan pengintegrasian antara penyusun dan perencanaan TJSLP.
 
“Tentu itu dengan perencanaan pembangunan daerah sehingga perlunya wadah koordinasi antara stakeholder yaitu Pemerintah Daerah, Perusahaan dan Masyarakat sehingga agar tercapainya perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah berjalan dengan optimal dan baik,” pungkasnya.rul
 
Disamping itu, bertujuan  pula  mengitegritaskan dan menyelaraskan perencanaan serta pelaksanaan TJSLP untuk perencanaan dan pembangunan daerah. Khususnya  untuk di  lingkungan Kabupaten Katingan,” kata Deddy Ferras.
 
Disebutkan, potensi TJSLP yang dimiliki Kabupaten Katingan ada 31 perusahaan besar perkebunan, 13 perusahaan sektor kehutanan, 20 perusahaan sektor pertambangan, dan juga banyak perusahaan yang bergerak dalam sektor perdagangan serta jasa.
 
Potensi itu menuruttnya, masih belum optimal.  Karena, sifatnya lebih kepada menunggu proposal yang masuk, serta masih terdapat tumpang tindih kegiatan dengan program pembangunan yang disusun oleh Pemerintah Kabupaten, hingga untuk mewujudkan optimalisasi pelaksanaan TJSLP di Kabupaten Katingan dibutuhkan suatu wadah koordinasi untuk menyusun perencanaan dab pelaksanaan TJSLP di Kabupaten Katingan.
 
Selanjutnya, agar dapat tercapainya Pembangunan Daerah yang baik, lanjutnya, tidak lepas dari dukungan semua Stakeholder yang ada, dan juga guna mengoptimalkan peranan program TJSLP dalam mendukung pembangunan daerah, perlu melakukan pengintegrasian antara penyusunan dan perencanaan TJSLP.
 
Hal ini, menurutnya selain butuh perencanaan pembangunan, juga perlunya wadah koordinasi antara stakeholder, “Yakni Pemerintah Daerah (Pemda) berjalan dengan optimal.
 
  yaitu Pemerintah Daerah, Perusahaan dan Masyarakat sehingga agar tercapainya perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah berjalan dengan optimal dan baik,” pungkasnya. (Kas/Lsn)
 
image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *