Oleh : Adhi Kurnia )* Langkah responsif pemerintah dalam menangani persoalan yang menimpa Pulau Enggano menunjukkan gaya baru kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kesigapan lintas kementerian, Selengkapnya
Oleh : Rio Kriswana, S.AP., M.M., CRGP., CRM Adanya Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,50% menjadi salah satu kebijakan ekonomi yang paling mengejutkan pasar. Di tengah ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap bertahan, keputusan ini mengirimkan sinyal bahwa Bank Indonesia melihat adanya risiko yang perlu segera diantisipasi. Bagi sebagian masyarakat, kenaikan suku bunga identik dengan naiknya bunga kredit, cicilan yang lebih mahal, dan potensi perlambatan ekonomi. Sementara bagi pelaku pasar, keputusan ini dianggap sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mempertahankan kepercayaan investor. Melihat hal itu, juga mendapat perhatian dari Ekonom Kalteng, Rio Kriswana, S.AP., M.M., CRGP., CRM, yang mana melihat lebih dalam mengenai BI Rate naik atau turun, dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi sehingga Bank Indonesia merasa perlu mengambil langkah tersebut. “Tentu hal ini menjadi perhatian kita bersama. Melihat lebih jauh apa yang terjadi. Perlu kajian kajian mendalam terutama dalam potensi perubahan ekonomi nasional hingga lokal,” katanya. Dijelaskan ekonom muda asal Pangkalanbun, Kobar ini, dimana dunia sedang Berubah Lebih Cepat dari yang disadari. Dimana saat ini perekonomian global berada dalam kondisi yang penuh ketidakpastian. Konflik geopolitik di berbagai kawasan, potensi gangguan rantai pasok dunia, fluktuasi harga energi, hingga penguatan dolar Amerika Serikat telah menciptakan tekanan terhadap banyak negara berkembang. Dalam kondisi seperti ini, investor global cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman. “Akibatnya terjadi perpindahan modal dari negara berkembang menuju instrumen yang dianggap memiliki risiko lebih rendah. Tekanan tersebut kemudian berdampak pada nilai tukar, arus modal, hingga stabilitas pasar keuangan domestic,” katanya. Melihat situasi global ini, tambah pria yang juga Alumni Lemhanas Angkatan II tahun 2024 ini, Bank Indonesia berusaha bertindak lebih cepat melalui instrumen suku bunga, dengan BI menaikan Rate. Dari analisi itulah, tambah Rio, secara sederhana, kenaikan BI Rate bertujuan untuk Menjaga stabilitas rupiah, Menahan tekanan inflasi, Menjaga kepercayaan investor, Menstabilkan pasar keuangan. “Logikanya cukup sederhana. Ketika suku bunga naik, Deposito menjadi lebih menarik. Obligasi menjadi lebih menarik. Investor lebih tertarik menempatkan dananya di Indonesia. Tekanan terhadap rupiah dapat berkurang. Inflasi impor dapat lebih terkendali. Dari sudut pandang stabilitas jangka pendek, langkah ini dapat dipahami,” sebut Rio. Namun pertanyaannya, lanjut Rio, Apakah ini solusi atau hanya penahan guncangan sementara? Rio mengatakan, fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat, namun juga Jika melihat data makro secara umum, Indonesia sebenarnya masih memiliki fondasi ekonomi yang cukup baik, dimana Pertumbuhan ekonomi relatif stabil, Inflasi masih terkendali, Perbankan nasional masih sehat, pehitungan Cadangan devisa masih cukup kuat, Konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi. “Indonesia juga memiliki modal besar berupa sumber daya alam, bonus demografi, dan program hilirisasi yang terus berjalan. Namun fundamental yang kuat tidak berarti kebal terhadap tekanan eksternal. Meskipun demikian, Masalah utama yang masih menjadi perhatian adalah tingginya sensitivitas pasar terhadap arus modal global dan sentimen investor internasional. Artinya, meskipun kondisi ekonomi domestik cukup baik, tekanan dari luar negeri tetap dapat memberikan dampak yang signifikan, sehingga juga dampaknya terhadap IHSG, “sebutnya. Ditegaskan pria yang memiliki sertifikasi penguji perbankan tersebut, kenaikan BI Rate biasanya menjadi sentimen yang kurang disukai pasar saham dalam jangka pendek. Ketika bunga naik, Biaya pinjaman perusahaan meningkat, Ekspansi bisnis menjadi lebih mahal, Konsumsi masyarakat berpotensi melambat, Investor memiliki alternatif investasi yang lebih menarik di deposito atau obligasi. “Akibatnya, IHSG sering kali mengalami tekanan sesaat setelah kenaikan suku bunga diumumkan. Namun penting dipahami bahwa pasar saham dan ekonomi riil tidak selalu bergerak searah. IHSG bergerak berdasarkan ekspektasi. Sedangkan ekonomi riil bergerak berdasarkan produktivitas. Selengkapnya
BERITA UTAMA
Kategori: OPINI
Pemerintah Pastikan Libatkan Publik Dalam Pembahasan RUU KUHAP
Oleh Ardiansyah Prasetya Wibawa )* Revisi Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP) kini memasuki babak penting dalam sejarah pembaruan sistem hukum nasional. Pemerintah, Selengkapnya
Pemerintah Mulai Operasikan Seratus Lokasi Sekolah Rakyat Sebagai Solusi Pendidikan Inklusif
Oleh: Rinanda Utami )* Pemerintah mulai mengoperasikan 100 titik lokasi Sekolah Rakyat pada Juli 2025 sebagai bagian dari komitmen memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari Selengkapnya
Program Stimulus Ekonomi Dongkrak Daya Beli Masyarakat Sekaligus Jaga Perputaran Ekonomi
Oleh : Naura Astika )* Dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik, Pemerintah Indonesia terus menggulirkan berbagai program stimulus ekonomi sebagai strategi utama untuk memperkuat Selengkapnya
Teror OPM Jadi Ancaman Nyata Bagi Hak Asasi Manusia di Papua
Oleh: Loa Murib Aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah menjelma menjadi ancaman nyata terhadap perlindungan dan penghormatan Hak Selengkapnya
Program Rumah Subsidi Jadi Bentuk Nyata Keadilan Sosial
Oleh: Farhan Permana )* Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam menjamin akses masyarakat terhadap hunian yang layak melalui program rumah subsidi. Lebih dari sekadar proyek pembangunan Selengkapnya
Apresiasi Langkah Pemerintah Selamatkan Taman Nasional Tesso Nilo dari Aksi Tindakan Ilegal
Oleh: Silvia AP )* Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Provinsi Riau merupakan salah satu kawasan konservasi yang memiliki arti strategis dalam upaya pelestarian keanekaragaman Selengkapnya
Langkah Strategis Pemerintah dan KPK Menuju Era Baru Pemberantasan Korupsi
Oleh: Namira Putri )* Komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi terus ditunjukkan melalui berbagai langkah strategis, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi digital. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Selengkapnya
Penolakan Penetapan 1 Juli sebagai HUT TPNPB-OPM Menguat dari Akar Budaya
Oleh: Fransiska Asso *) Di tengah derasnya arus konflik dan narasi separatis yang masih coba dipertahankan oleh segelintir kelompok bersenjata di Papua yang telah meresahkan Selengkapnya
Apotek Desa Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pedesaan
Oleh: Irfan Nurmaji )* Kehadiran Apotek Desa sebagai bagian dari program Koperasi Desa Merah Putih menjadi angin segar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan. Selengkapnya











