Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur, Simon Biring
Tamiang Layang, Media Dayak
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Timur melakukan fogging focus di sejumlah lokasi kabupaten Barito Timur untuk meminimalisasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur, Simon Biring melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Suhaily menjelaskan, fogging focus dilakukan di lokasi-lokasi yang ditemukan kasus penyakit DBD positif lebih dari satu kasus.
“Fogging yang sudah lakukan yaitu di beberapa rumah warga yang terserang DBD sampai dengan jarak 100 meter dari rumah serta di Mapolres Barito Timur,” kata Suhaily di Tamiang Layang. Selasa (21/01/2020).
Menurutnya, pelaksanaan fogging sebenarnya hanya untuk membunuh nyamuk dewasa. Pemberantasan nyamuk DBD akan lebih berhasil apabila dilakukan Gerakan Kebersihan dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui kegiatan 3M plus.
“3M Plus yaitu menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes,” imbuh Suhaily.
Sedangkan plus, lanjut Suhaily, adalah menabur atau meneteskan lavasidasi, memelihara ikan pemakan jentik, menanam tumbuhan pengusir nyamuk seperti sereh, geranium dan lapender, memakai obat anti nyamuk, menggunakan kelambu atau memasang kawat kasa pada ventilasi rumah.
Suhaily juga mengimbau kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat yang dimulai dari tempat tinggalnya hingga lingkungan sekitar agar terhindar dari DBD dan penyakit lainnya.
Hingga saat ini, Suhaily menyatakan, kasus DBD di Barito Timur berjumlah 23 kasus. Sebagian besar pasien DBD dirawat di RSUD Tamiang Layang, sebagian di RSUD Badarudin Tanjung.
“Puji Tuhan, tidak ada kasus meninggal dunia karena DBD, pasiennya yang sudah sembuh hanya perlu istirahat di rumah,” pungkas Suhaily.(Rhf/aw)













