Kepala DLH Kabupaten Katingan, Yobie Sandra saat membuka dan menyampaikan sambutannya pada lomba melukis dan mewarnai, dalam rangka menyemarakkan hari lingkungan hidup tahun 2025, Selasa (3/6), di aula kawasan Kebun Raya Katingan, jalan Tjilik Riwut KM 11 – Kasongan.(Media Dayak/Ist)
Kasongan, Media Dayak
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Katingan gelar melukis dan mewarnai untuk pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kecamatan Katingan Hilir, Selasa (3/6), di kawasan Kebun Raya Katingan Katingan, jalan Tjilik Riwut KM 11 Kasongan Kabupaten Katingan, dengan tema “Hentikan Polusi Plastik” (Ending Plastik Pollition).
Adapun peserta lomba melukis yang digagas dan diinisiasi oleh kepala DLH Kabupaten Katingan Yobie Sandra ini, berjumlah sekitar 90 orang, yang dibagi dalam dua jenis lomba. Untuk lomba melukis sekitar 20 orang peserta, terdiri dari siswa SMP kelas 1, 2 dan 3 Sedangkan lomba mewarnai sebanyak 70 orang peserta yang terdiri dari siswa SD kelas 4, 5 dan 6.
Sebelum pelaksanaan, seluruh peserta diberikan arahan dan penjelasan tentang tema, cara melukis dan mewarnai yang efektif serta efesien dari kepala DLH Kabupaten Katingan, Yobie Sandra. Termasuk juga menyebutkan tentang peserta yang berhasil menjadi juara di dalam lomba ini. Bagi yang berhasil memperoleh juara 1, 2, 3 dan harapan 1, 2 dan 3 selain diberikan piala dan penghargaan, masing -masing juga diberikan uang pembinaan dari DLH Kabupaten Katingan.
Yobie Sandra dalam sambutannya menyebutkan, tujuan dari lomba dimaksud, yaitu untuk meningkatkan kepedulian lingkungan dan kreativitas peserta serta upaya meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan hidup di kalangan pelajar (siswa). Selain itu, memberikan edukasi pada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, demi meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan untuk mengambil tindakan lingkungan yang positif bagi perlindungan alam dan planet bumi. “Karena, lingkungan hidup yang baik dan sehat selain merupakan tujuan kita bersama, juga bagian pemenuhan hak asasi manusia,” terangnya.
Kenapa peserta lombanya harus anak-anak seusia SD dan SMP ?. Karena, justru dari anak-anak ini pulalah menurutnya yang lebih efektif untuk mengubah kebiasaan, sementara orang yang sudah dewasa cukup sulit untuk mengubah kebiasaan. Contohnya, gurunya menghimbau untuk membawa botol plastik yang sudah tidak terpakai lagi, maka anak-anak dipastikan membawanya. Karena bagi mereka, meskipun hanya himbauan saja, tapi bagi mereka, himbauan itu merupakan hal yang wajib untuk ditaati. Begitu pula terkait tentang isu lingkungan ini.
Terkait hal ini, lanjutnya, bukan saja mengubah kebiasaannya di sekolah, akan tetapi akan mengubah pula kebiasaannya di tempat tinggalnya, bahkan di lingkungan sekitarnya. Oleh karena mereka masih anak-anak, maka yang sibuk untuk mencari botol plastik itu bukan saja anaknya, tapi juga orang tuanya. “Oleh karena itu, melalui lomba melukis dan mewarnai, disertai dengan edukasi dari panitia pelaksana, kami berharap semua arahan dan edukasi tersebut bisa tertanam pada kita semua, yang dimulai dari 90 peserta melukis dan mewarnai yang pertama kali kami gelar pada hari ini,” harap mantan Camat Katingan Tengah ini. (Kas/Aw)













