DI RSUD MUARA TEWEH-AR (29) saat diruang khusus isolasi RSUD Muara Teweh, dan pada hari ini Minggu (13/2/2022) AR dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei Palangka Raya. (Media Dayak/lana)
Muara Teweh, Media Dayak
Motif pembunuhan melibatkan seorang Ibu berinisial AR (29) terhadap putri kandungnya, Afifa Fatiya (2 tahun 10 bulan), mulai terungkap. Peristiwa yang menggegerkan warga se Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, terjadi pada Sabtu (12/2) sekitar pukul 08.30 WIB di Kelurahan Lahei II. Sang Ibu membunuh anaknya secara sadis. Para saksi melihat luka menganga dibagian leher korban.
Apa penyebab AR tega menghabisi nyawa putrinya sendiri? Adik kandung AR, Roni saat dijumpai Sabtu sore mengungkapkan, kondisi kejiwaan kakaknya mulai kembali terganggu sejak setahun terakhir, sepulang dari Sulawesi Selatan.
“Keadaan semakin parah sejak seminggu terakhir ini. Kakak saya pernah diobati secara tradisional dan sempat sembuh. Tapi sekarang kambuh lagi sakitnya, ” ujar Roni.
Dikatakan Roni, AR memiliki dua orang anak. Anak sulung, pria yang saat ini tinggal bersama kakek dan neneknya di Sulawesi Selatan. Sedangkan korban Afifa Fatiya (2) tinggal bersama ayah dan ibunya di Kecamatan Lahei.
Roni bersama kakaknya AR ditemani dua personil Polsek Lahei menunggu di RSUD Muara Teweh sejak pukul 12.00 WIB. Mereka menunggu keputusan tentang AR.
Pantauan di RSUD, AR susah diajak berkomunikasi. Dia sering bergumam lalu tertawa-tertawa sendiri. Roni meminta media bisa memahami keadaan sikap kakaknya saat ini.
Humas RSUD Muara Teweh Agus Redha, saat dijumpai Sabtu malam menjelaskan, pihak RSUD berkoordinasi dengan Dinas Sosial PMD dan Polsek Lahei untuk menyiapkan tempat bagi AR.
“Berdasarkan pertimbangan kemanusiaan, kami tempatkan sementara di ruang khusus isolasi RSUD. Masuk ruangan pukul 19.20 WIB. Dia tidur seruangan dengan adik kandungnya,” kata Agus Redha.
Agus menambahkan, RSUD sudah menyiapkan surat rekomendasi rujukan, karena AR akan dibawa ke RSJ Kalawa Atei, Palangkaraya, Minggu (14/2/2022). Sedangkan Dinas Sosial PMD juga menyiapkan surat kelengkapan lainnya.
Kapolsek Lahei, AKP Johari Fitri Casdy saat dijumpai di RSUD, Sabtu malam membenarkan, pihaknya telah berkordinasi dengan Dinas Sosial PMD dan Dinas Kesehatan Barito Utara untuk membawa AR ke Palangkaraya guna observasi.
“Malam ini, kita tempatkan personil untuk ikut berjaga di RSUD, ”kata perwira polisi yang sebentar lagi bakal menjabat Kabag Ops Polres Barsel.
Sementara Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial PMD Barito Utara, Walter, ketika dikontak Sabtu malam mengatakan, AR akan diantar besok pukul 09.00 WIB (Minggu hari ini-red).
“Ikut mengantar dua orang dari pihak keluarga, satu dari Dinas Sosial PMD, satu dari Dinas Kesehatan, dan satu orang polisi,” kata Walter.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga se Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, geger. Entah apa yang merasuki pikirannya, seorang ibu berinisial AR (29), warga Kelurahan Lahei II, tega menghabisi nyawa putrinya Afifa Fatiya (2 tahun 10 bulan).
Diduga pelaku sedang mengalami gangguan jiwa. Peristiwa ini terjadi Sabtu (12/2/2022) sekitar pukul 08.30 WIB di dalam rumah pelaku sekaligus korban. Saat kejadian, sang ayah sedang berada di luar rumah. (lna/Lsn)












