Gubernur Kembali Ingatkan Dimasa Pandemi Masker Wajib Digunakan

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng Gubernur H Sugianto Sabran. (Media Dayak/Hms Prov)

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Ketua Satuan Tugas (satgas) Kalimantan Tengah (Kalteng) Gubernur H Sugianto Sabran melalui tim komunikasi publik kembali menyampaikan kepada masyarakat Kalteng selama masa pademi covid-19 masker merupakan hal yang wajib untuk dikenakan terutama pada masa adaptasi kebiasaan baru karena mampu mencegah terpaparnya virus SARS-CoV-2.

“Dengan menggunakan masker, cipratan droplets menjadi terhalang masuk ke mulut atau hidung seseorang. Hal tersebut yang menyebabkan masker menjadi alat penting untuk melindungi diri serta orang lain dalam mencegah penularan covid-19,” kata dr Astrid Theresa dari tim komunikasi publik satgas penanganan covid-19 Kalteng mewakili Gubernur Sugianto Sabran saat gelar press rilis perkembangan terbaru covid-19 di Kalteng, Rabu (12/8/2020.

Masker wajib dikenakan jika berada di luar rumah, ketika berbicara dengan orang lain, dan ketika sedang sakit agar tidak menularkan dan tertular penyakit. Selama masa adaptasi kebiasaan baru yang sudah memasuki bulan kelima, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengajak masyarakat Kalteng menggunakan masker guna mencegah penularan covid-19.

“Salah satunya melalui kolaborasi dengan tokoh masyarakat, ulama, dan relawan untuk menyukseskan gerakan menggunakan masker agar terciptanya suatu kebiasaan dan perilaku baru di masyarakat,” terang Gubernur melalui sambutan tertulisnya.

Gubernur mengatakan, dalam menerapkan kampanye menggunakan masker di Kalteng, ada 5 (lima) unsur pentahelix, yakni pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat dan media massa yang menjadi sangat penting guna menunjukan kontribusi semua pihak untuk berkomitmen melakukan peran-peran dalam penanganan covid-19.

Gubernur Kalteng menjelaskan bahwa pada saat tokoh masyarakat turun ke lapangan, mereka harus dibekali oleh tiga hal.

“Pertama adalah bagaimana adaptasi kebiasaan baru untuk merubah perilaku dan berdasarkan protokol kesehatan. Yang kedua, adalah materi terkait dengan komunikasi publik untuk memberikan edukasi dan sosialisasi. Dan ketiga, mendokumentasi kegiatan lewat inaRISK agar orang lain menjadi terinspirasi dan tergerak,” katanya.

Sedangkan dalam mendukung upaya yang dilakukan pemerintah, tim relawan menggunakan pendekatan dengan turun ke lapangan seperti ke pasar-pasar untuk memberikan edukasi mengenai protokol kesehatan kepada penjual dan pembeli, memberikan alat perlindungan seperti masker, hand sanitizer, hingga face shield. (Ytm/Lsn)

image_print

Pos terkait