Kuala Pembuang, Media Dayak
Tepat di penghujung tahun 2025, Kabupaten Seruyan mencatatkan sejarah baru dalam penguatan sistem keamanan wilayah. Bertempat di Ruang Call Center 110, jajaran Forkopimda menghadiri peresmian Monitoring Center Terpadu Polres Seruyan, sebuah inovasi pengawasan berbasis teknologi informasi yang diproyeksikan menjadi “mata digital” di seluruh penjuru kabupaten, Rabu sore (31/12).
Acara prestisius ini dihadiri langsung oleh Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., Kapolres Seruyan AKBP Dr. Hans Itta P, S.I.K., M.M., M.I.K., serta pimpinan unsur TNI, DPRD, Kejaksaan Negeri, dan perwakilan PWI Kabupaten Seruyan.
Lompatan teknologi ini tidak main-main. Sebanyak 35 monitor pengawas kini telah terpasang dan terintegrasi di berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Seruyan. Sistem ini memungkinkan petugas untuk memonitor situasi secara real-time, mulai dari arus lalu lintas hingga potensi gangguan Kamtibmas di titik-titik rawan.
Bupati Seruyan dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi yang luar biasa atas inisiatif Polres Seruyan dalam menghadirkan sistem keamanan modern ini.
“Kami sangat bangga. Keberadaan 35 titik monitor ini adalah prioritas dalam memajukan Seruyan. Ini bukan sekadar alat, tapi semangat bersama untuk memonitor kondisi daerah kita agar tetap aman. Kami dari Pemerintah Kabupaten Seruyan akan ikut berperan aktif dan bekerja sama dalam program ini,” tegas Bupati Ahmad Selanorwanda.
Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan batu prasasti oleh Bupati Seruyan, diikuti dengan pemotongan pita sebagai simbol dibukanya operasional Monitoring Center Terpadu secara penuh. Usai prosesi, para pejabat utama melakukan pengecekan langsung ke dalam ruang kontrol untuk melihat efektivitas pantauan kamera di lapangan.
Kapolres Seruyan, AKBP Dr. Hans Itta P, menjelaskan bahwa tujuan utama Monitoring Center Terpadu ini adalah untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan respons cepat kepolisian.
Dengan data visual yang akurat, kepolisian dapat:
Mengambil keputusan tepat: Menilai situasi lapangan secara langsung tanpa harus menunggu laporan manual.
Penanganan Gangguan Cepat: Mengerahkan personel ke titik koordinat yang tepat jika terdeteksi ada insiden.
Perlindungan Masyarakat: Memberikan rasa aman yang lebih nyata bagi warga melalui kehadiran pengawasan 24 jam.
Peresmian ini menjadi kado akhir tahun yang manis bagi masyarakat Kabupaten Seruyan. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat, Monitoring Center Terpadu ini diharapkan mampu mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif secara berkelanjutan di masa depan.
Kegiatan berakhir pada pukul 15.10 WIB dengan suasana yang penuh optimisme, menandakan kesiapan Kabupaten Seruyan memasuki tahun 2026 dengan sistem keamanan yang lebih cerdas dan terintegrasi.(Hms/ Lsn/Aw)









